DBS Pertahankan Rekomendasi Beli Saham ADRO dengan Target Rp3.200
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) berpotensi meraup pendapatan baru dari pengoperasian smelter aluminium milik anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), pada Senin (17/8/2026), dilansir dari Investor Daily.
Kondisi operasional tersebut menjadi salah satu faktor pendorong utama bagi pergerakan saham ADRO. Selain itu, lini bisnis perdagangan perseroan juga terdorong oleh penguatan harga hard coking coal sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, potensi pertumbuhan bisnis kontraktor tambang turut terbuka seiring rencana peningkatan rasio kelupasan tanah atau strip ratio dari PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Lembaga riset DBS memberikan proyeksi terkait prospek bisnis komoditas termal yang dikelola oleh anak usaha perseroan tersebut.
"Ke depan, AADI berpotensi menaikkan strip ratio, ditopang oleh masih kuatnya prospek harga batu bara termal," tulis DBS.
Laporan DBS mencatat bahwa unit usaha KAI telah memulai komersialisasi dan penjualan produk aluminium sejak Juni 2026, yang memperkuat arus kas perseroan secara keseluruhan.
Atas pertimbangan kinerjanya, DBS menetapkan pandangan resmi terkait penilaian valuasi dan rekomendasi atas saham ADRO.
"Perseroan juga akan menuai laba bersih dari proyek aluminium KAI," tulis DBS.
Lembaga analisis keuangan tersebut mempertahankan rekomendasi beli saham ADRO dengan target harga Rp3.200 per lembar. Penilaian valuasi tersebut dihitung mengaplikasikan metode sum of parts (SOP) yang setara dengan price to earnings ratio (PER) 14 kali untuk tahun 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow