BPS dan Kemensos Tetapkan Pengelompokan Desil DTSEN Berdasarkan Rumah Tangga
Sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang dikelola pemerintah menetapkan tingkatan desil masyarakat berdasarkan gabungan indikator kesejahteraan rumah tangga. Pemeringkatan ini tidak diukur dari jumlah nominal pendapatan pribadi secara tunggal.
Penjelasan tersebut mengemuka untuk merespons kebingungan publik di media sosial mengenai warga berpenghasilan minim yang terdaftar dalam Desil 10. Kategori Desil 10 merupakan 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi dalam data terpadu.
Pemerintah membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 tingkatan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pengelompokan ini digunakan sebagai salah satu rujukan kebijakan publik, termasuk rencana pembatasan BBM Pertalite dan penyaluran bantuan sosial.
Struktur tingkatan DTSEN dimulai dari Desil 1 untuk 10 persen kelompok paling rendah, hingga Desil 10 untuk kelompok paling tinggi. Desil 5 hingga 7 mencakup kelompok menengah bawah hingga menengah atas, sedangkan Desil 8 dan 9 melingkupi kelompok relatif sejahtera hingga berpenghasilan tinggi.
Penilaian kriteria desil memproses puluhan variabel yang diberi bobot berbeda. Indikator tersebut mencakup kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, karakteristik demografi, pendidikan, ketenagakerjaan, kepemilikan usaha, hingga akses layanan kesehatan.
Skema pemeringkatan ini menghitung kondisi seluruh anggota keluarga secara kolektif. Akibatnya, seorang individu yang tidak bekerja atau berpenghasilan rendah tetap bisa masuk ke kategori desil tinggi jika anggota keluarga lain dalam satu rumah tangga memiliki kondisi ekonomi yang menunjang.
"Jadi, kalau ada yang bilang "Aku nganggur kok desilku tinggi", dilihat dulu di keluarga tersebut bagaimana kondisi ekonomi anggota keluarga lainnya," terang BPJS Cilegon.
Evaluasi berjenjang ini menyebabkan variasi tingkat ekonomi yang lebar di dalam satu tingkatan desil. Rumah tangga berpendapatan bulanan jutaan rupiah dapat berada dalam desil yang sama dengan kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.
"Terus kok bisa sih berseliweran tabel pendapatan sekian masuk desil sekian. Tidak benar ya, karena penentuan rankingnya itu dari puluhan variabel dengan bobot yang berbeda-beda," imbuhnya.
Perbedaan tingkat pendapatan yang signifikan dalam satu kelompok desil terjadi karena jumlah populasi dengan tingkat kekayaan ekstrem tergolong sangat sedikit dibandingkan total populasi.
"Di desil yang sama, ada konglomerat dan ultra-rich dengan penghasilan miliaran hingga triliunan rupiah per bulan. Tapi, ada juga keluarga dgn penghasilan jutaan per bulan," tulisnya.
Penetapan desil berfungsi sebagai sistem pemeringkatan posisi relatif rumah tangga dalam data terpadu pemerintah, sehingga status Desil 10 bukan penanda langsung atas kepemilikan nilai aset atau nominal gaji tertentu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow