BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Program PEKA Dorong Kemandirian Ahli Waris
BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) serentak di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Palembang, Banyuwangi, Palopo, dan Padang pada Jumat (31/7/2026). Program ini mengalihkan skema santunan tunai jaminan sosial menjadi pelatihan kewirausahaan dan modal produktif bagi penerima manfaat serta ahli waris.
Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat, ratusan peserta dibekali materi literasi keuangan, pengembangan produk, pengemasan, hingga pemasaran digital. Di Palembang, program ini menyasar 50 ahli waris di Balai Latihan Kerja Sumsel, sementara di Banyuwangi diikuti 100 penerima manfaat bekerja sama dengan dinas setempat. Kegiatan serupa juga digelar di Hotel Beach Palopo dan BPVP Padang.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa Program PEKA merupakan bentuk penerapan konsep Value Beyond Protection untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada peserta. Konsep ini menggunakan prinsip 3P yaitu Pelatihan, Produktivitas, dan Profit guna memastikan manfaat jaminan sosial dapat menjaga kesejahteraan keluarga peserta secara jangka panjang.
"Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection, di mana kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima," ujar Saiful.
Pihaknya menetapkan target khusus kepada unit kerja di daerah agar program pelatihan ini mampu mencetak wirausaha baru dari kalangan penerima manfaat.
"Saya meminta kepada BPJS Ketenagakerjaan Palembang menargetkan sedikitnya 10 persen peserta mampu menjadi pelaku usaha produktif setelah mengikuti pelatihan," harapnya.
Secara aturan, BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya telah menyelesaikan kewajibannya saat santunan tunai diserahkan. Meski demikian, lembaga ini memilih untuk memberikan pendampingan lanjutan kepada keluarga pekerja.
"Secara regulasi tugas kami selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera," katanya.
Hingga saat ini, Program PEKA tercatat telah menjangkau lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah. BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen terus memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Di sisi lain, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menegaskan kembali penekanan skema 3P pada pelaksanaan program di daerah lain.
“Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit, peserta akan didampingi hingga mampu mandiri. Target kami, minimal 10 persen peserta dari setiap angkatan berhasil menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan,” ujar Saiful.
Dukungan atas pelaksanaan program ini disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai sinergi ini sangat membantu program pengentasan kemiskinan di daerahnya.
“Sinergi ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas jangkauan perlindungan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kemitraan strategis seperti ini sangat membantu mempercepat efektivitas program penanggulangan kemiskinan,” ujar Ipuk.
Sementara itu, Sekretaris Disnakertrans Provinsi Sumsel, Slamet Riyadi, turut memberikan apresiasi atas dimulainya pelatihan kewirausahaan ini.
"Program PEKA merupakan langkah yang sangat positif karena tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja, tetapi juga membekali penerima manfaat dengan kemampuan untuk mengembangkan usaha," ujarnya.
Dukungan operasional di daerah juga disiapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura. PPS Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Diny Firmani Rahma, menekankan pentingnya peran pendampingan.
“Pendampingan dan pemberdayaan ini sangat krusial agar santunan jaminan sosial benar-benar berdampak jangka panjang. Kami berkomitmen mendorong agar skema nilai tambah seperti Program PEKA ini dapat terus diperluas manfaatnya, sehingga setiap ahli waris mampu bangkit, mandiri secara finansial, dan menjadi wirausaha baru yang tangguh,” kata Diny.
Di Kota Padang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, Afrialdi, menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi keluarga pekerja saat kehilangan pencari nafkah atau mengalami pemutusan hubungan kerja.
"Pada fase inilah para pekerja dan keluarganya membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan, tetapi juga bekal untuk kembali produktif dan mandiri," katanya.
Pihaknya fokus membekali peserta dengan keterampilan pemasaran modern agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar saat ini.
"Melalui pelatihan digital marketing, peserta dibekali berbagai materi mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga pengembangan usaha agar mampu meningkatkan daya saing di era digital," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini adalah wujud kepedulian lembaga dalam memberikan nilai tambah bagi peserta.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika peserta menghadapi risiko kerja, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui berbagai program pemberdayaan," lanjutnya.
Meskipun tanggung jawab secara regulasi telah usai, ia menekankan komitmen moral lembaga untuk terus mendampingi ahli waris.
“Secara regulasi tugas BPJS Ketenagakerjaan selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera,” sebutnya.
Langkah kolaboratif ini disambut baik oleh Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Arnov Tri Hartanto, selaku mitra penyedia sarana pelatihan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah mempercayakan BPVP Padang sebagai mitra dalam pelaksanaan Program PEKA. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan pelatihan yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang digital marketing," katanya.
Respons positif juga datang dari salah satu peserta pelatihan di Padang, Siti, yang merasa terbantu dengan materi kewirausahaan yang diterimanya.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan kami dalam mengembangkan usaha. Semoga pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak peserta yang merasakan manfaatnya," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow