Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln Menewaskan 7 Tentara AS

Smallest Font
Largest Font

Sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut Serikat (AS) tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat bentrokan antar-awak di atas kapal induk USS Abraham Lincoln yang beroperasi di Samudra Hindia. Insiden ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan internal serta kelelahan fisik dan mental akibat pengerahan misi perang melawan Iran yang terus diperpanjang tanpa kepastian jadwal kepulangan.

Berdasarkan laporan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, keributan bermula saat seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke kapal untuk merespons gelombang protes. Penasihat tersebut disambut cemoohan dan lemparan botol air oleh para prajurit, hingga situasi memanas menjadi perkelahian fisik yang melibatkan senjata tajam dan pisau.

Kapal perang yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan Marinir tersebut tercatat telah berlayar selama 263 hari sejak November, dengan 208 hari beroperasi secara beruntun di laut tanpa pemberhentian pelabuhan secara berkala. Kondisi tugas yang ekstrem ini telah memicu krisis moral, depresi berat, hingga beberapa percobaan bunuh diri di kalangan prajurit.

Tekanan psikologis berat di atas kapal dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga personel dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao di San Diego. Para keluarga melaporkan bahwa selain kelelahan akibat jam kerja panjang hingga 16 jam sehari, awak kapal juga harus menghadapi krisis pasokan makanan segar, air bersih, serta kebutuhan sanitasi dasar.

"Dia takut," kata Annabelle Loma, istri dari salah satu pelaut USS Abraham Lincoln.

Anabelle menjelaskan bahwa suaminya sempat mencoba melompat ke laut karena kelelahan ekstrim sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya.

"Dia pikir akan mendapat diskualifikasi tidak terhormat, dan hanya karena dia kelelahan, karir 13 tahunnya hancur begitu saja. Itu tidak adil, itu tidak benar. Itu bukan yang harus dia pikirkan sekarang," ujar Annabelle Loma.

Insiden serupa juga terjadi pada prajurit lain yang depresi saat bertugas di dek penerbangan kapal induk tersebut.

"Dia bilang dia belum pernah merasakan adrenalin seperti itu sebelumnya dan sangat bersyukur bisa menghentikan teman itu tepat waktu," kata Maria Rodriguez, merujuk pada tindakan suaminya yang menggagalkan aksi bunuh diri rekannya.

Kondisi medis dan psikologis para personel di atas kapal perang tersebut dinilai telah mencapai titik kritis oleh tim medis internal.

"Dokter atau terapis kapal mengatakan mereka harus segera berlabuh atau orang-orang akan mulai kehilangan akal sehat," ucap Bonnie York, ibu dari seorang prajurit yang bertugas di kapal tersebut.

York juga menyatakan penyesalannya terkait pengerahan militer AS dalam konflik di Timur Tengah yang dinilai mengorbankan keselamatan para prajurit.

"Saya sangat berharap bahwa perang ini sepadan. Karena saya merasa sebaliknya ... kita berkorban untuk sesuatu yang pada dasarnya tidak ingin kita ikuti," kata Bonnie York.

Keluhan mengenai kondisi mental dan penurunan keselamatan kerja juga dirasakan oleh sanak keluarga lainnya yang mengkhawatirkan risiko lingkungan kapal perang yang sangat padat dan berbahaya.

"Ini sudah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, dan sekarang Anda harus bekerja keras, hari demi hari, tanpa istirahat. Ini adalah lingkungan rawan kecelakaan," kata Brett Snow, veteran Angkatan Laut AS.

Di sisi lain, respons dari pihak komando militer mengonfirmasi tingginya beban kerja prajurit namun membantah sejumlah keluhan kelayakan fisik kapal.

"Mereka kadang-kadang kekurangan persediaan tertentu untuk jangka waktu singkat, tetapi Abraham Lincoln dan semua kapal di medan operasi saat ini memiliki persediaan makanan dan perlengkapan yang cukup untuk mendukung operasi," kata Komandan Joseph Hontz, juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS.

Pemerintah AS berencana menyiagakan kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan posisi USS Abraham Lincoln. Namun, jadwal pasti rotasi pasukan tersebut belum diumumkan secara resmi oleh Departemen Pertahanan AS demi alasan keamanan operasional.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed