Bentrokan di Kapal USS Abraham Lincoln Menewaskan Tujuh Prajurit AS

Smallest Font
Largest Font

Bentrokan berdarah dilaporkan pecah di atas kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln saat bertugas di Laut Arab hingga menewaskan tujuh personel militer dan melukai beberapa lainnya pada Selasa (11/8/2026). Insiden maut tersebut dipicu oleh ketidakpuasan mendalam para awak kapal atas perpanjangan masa penugasan yang tak pasti, kondisi kehidupan yang buruk, serta kelangkaan pasokan makanan di atas kapal militer tersebut. Sumber militer tepercaya melaporkan bahwa ketegangan memuncak saat seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Brad Cooper naik ke atas kapal untuk meredakan situasi yang kian memanas akibat protes awak kapal.

Pejabat AS tersebut justru mendapat penolakan keras dari para prajurit, disoraki, hingga dilempari botol air sebelum akhirnya pertengkaran verbal berubah menjadi bentrokan fisik menggunakan senjata tajam.

Ketegangan internal ini terjadi setelah penugasan awal USS Abraham Lincoln selama tujuh bulan terus diperpanjang untuk mendukung operasi pemblokiran maritim dan serangan udara terhadap Iran dalam operasi militer bertajuk Epic Fury. Selain tekanan psikologis akibat ketidakpastian jadwal pulang, para awak kapal dilaporkan menghadapi pembatasan jatah makanan, berhentinya fasilitas penatu selama dua minggu, hingga fasilitas kamar mandi yang berjamur.

Kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yang berlayar dari San Diego sejak November 2025 tersebut kini terus berada di kawasan Laut Arab untuk membatasi lalu lintas maritim yang terhubung dengan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed