AWS Melatih 1,3 Juta Warga Indonesia Keterampilan AI dan Cloud
Amazon Web Services (AWS) mencatat peningkatan keterampilan teknologi bagi 1,3 juta masyarakat Indonesia di bidang cloud dan kecerdasan buatan (AI) melalui berbagai program pelatihan, kolaborasi, serta sertifikasi sejak 2017, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Kamis (6/8).
Head APJ Market Expansion & Strategic Partnerships AWS, Yashinta Bahana, memaparkan komitmen perusahaan untuk membuka akses belajar AI bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terhalang latar belakang geografis maupun profesi.
AWS memfasilitasi pembelajaran tersebut lewat berbagai inisiatif seperti program pembelajaran mandiri gratis IndonesiapandAI serta program akselerasi karier lima bulan bernama MAIN (Mastering AI for Nation-Building) bagi pekerja muda di Jawa Barat. Selain itu, tersedia pula program AWS Terampil di Awan, AWS CendekiAwan, AWS & Dicoding Back-End Academy, AWS AI Academy, AWS re/Start, AWS Academy, AWS Educate, dan AWS Skill Builder.
Dampak program pelatihan ini dirasakan oleh Fajrianwar Fachrul, mantan petugas quality control perusahaan beton pracetak asal Semarang yang beralih karier ke sektor teknologi setelah terkena PHK saat pandemi. Lulusan SMKN 7 Semarang ini berhasil meraih sertifikasi AWS Certified Cloud Practitioner lewat beasiswa AWS & Dicoding Back-End Academy dan kini bekerja sebagai React Engineer.
"Dulu, saya harus memilih antara bekerja atau belajar. Sekarang saya bisa melakukan keduanya. Saya bekerja, saya belajar, dan saya terus berkembang. Program AWS & Dicoding membantu mengubah hidup saya dan membuat saya terus bekerja dengan teknologi terbaru," kata Fajri.
Kisah serupa dialami oleh Fajar Darozat, seorang guru fisika di SMAN 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Meskipun mengajar di kawasan yang berjarak 250 kilometer dari Kota Medan, Fajar sukses meraih sertifikasi AWS Certified AI Practitioner melalui program IndonesiapandAI hasil kolaborasi AWS dan YPKBI.
"Meraih sertifikasi AWS AI menunjukkan kepada saya bahwa seorang guru dari daerah pinggiran dapat mencapai standar yang sama dengan para profesional di bidang ini. Sekarang saya merasa percaya diri untuk mengajarkan AI kepada siswa dan rekan-rekan pendidik saya, karena saya tidak hanya membicarakannya, saya sudah memanfaatkan dan berkembang bersamanya," ujar Fajar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow