Asap Karhutla Picu Risiko Berat Bagi Penderita 5 Penyakit Kronis
Paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan tubuh secara serius. Selain memicu gangguan pernapasan akut, kondisi ini memperbesar risiko komplikasi berat pada penderita lima jenis penyakit kronik.
Seperti dilansir dari Investor Daily, Center of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mempublikasikan 11 gejala akibat paparan asap karhutla pada 24 Agustus 2026. Gejala tersebut meliputi batuk, napas mengi, sulit bernapas, serangan asma, serta iritasi mata, tenggorokan, dan sinus. Paparan ini juga menyebabkan pilek, rasa lelah berlebih, nyeri dada, dan akselerasi denyut jantung.
CDC mengidentifikasi lima penyakit kronik yang paling rentan mengalami komplikasi saat terpapar asap karhutla. Kelima penyakit tersebut adalah asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes, penyakit ginjal kronik, serta penyakit jantung.
Ahli paru Prof Tjandra Yoga Aditama mengonfirmasi bahwa paparan asap pembakaran lahan memperburuk kondisi penderita kelima penyakit kronis tersebut secara signifikan.
"Untuk penderita asma dan PPOK, penyakitnya semakin berat karena memang berbagai kandungan berbahaya dalam asap kebakaran hutan masuk lewat pernapasan dan paru," kata Prof Tjandra yang menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
Dampak buruk juga terjadi pada penderita diabetes dan penyakit ginjal kronik (PGK). Paparan zat berbahaya dalam asap secara perlahan melemahkan sistem kekebalan tubuh penderita.
"Saat terpapar asap, daya tahan tubuh penderita diabetes dan penyakit ginjal kronik akan menurun, sehingga lebih mudah terkena berbagai penyakit yang berhubungan dengan asap kebakaran hutan," ujar Prof Tjandra.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow