AS Tambah Pesawat Tempur F15EX Eagle II Hingga 149 Unit

Smallest Font
Largest Font

Angkatan Udara Amerika Serikat memperluas pengadaan armada pesawat tempur F-15EX Eagle II menjadi 149 unit hingga 2031 melalui alokasi anggaran pertahanan tahun 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tembak jarak jauh dan kapasitas muatan rudal mendampingi jet siluman F-35A dan F-47.

Pengajuan anggaran Angkatan Udara AS tahun fiskal 2027 mencakup pembelian 24 unit F-15EX senilai 2,66 miliar dolar AS. Pengadaan jangka panjang ini diikat dalam kontrak senilai 22,89 miliar dolar AS dengan Boeing yang disepakati sejak Juli 2020 di St. Louis, Missouri.

F-15EX mampu membawa muatan hingga 13.300 kilogram dan menyangkut 12 rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM. Jet tempur bertenaga dua mesin turbofan General Electric F110-GE-129 ini melengkapi jet siluman F-35 yang mengutamakan sensor cerdas serta F-47 yang fokus pada dominasi udara generasi keenam.

Pangkalan Udara Kadena di Jepang dijadwalkan menerima 36 unit F-15EX mulai tahun 2027 hingga 2028 untuk menggantikan armada F-15C/D. Pesawat pertama dari produksi Lot 3 bertuliskan ekor "ZZ" milik Skuadron Tempur ke-67 telah melakukan uji penerbangan pada 15 Agustus 2026 di St. Louis.

Pengiriman ke Kadena mengalami penundaan satu tahun akibat mogok kerja di pabrik Boeing pada 2025. Guna mendukung operasional unit baru, Skuadron Generasi Tempur ke-67 diaktifkan, sementara Skuadron Perawatan Pesawat ke-18 dinonaktifkan.

Sementara itu, Pangkalan Udara Seymour Johnson di Carolina Utara juga dipastikan akan menerima F-15EX untuk menggantikan armada F-15E Strike Eagle. Sekretaris Angkatan Udara AS Troy Meink memastikan pengalihan unit lama ke Pangkalan Whiteman baru dilakukan setelah jet pengganti tiba.

"Meskipun jadwal pengiriman armada Angkatan Udara bergantung pada produksi pesawat dan alokasi anggaran Kongres, Angkatan Udara tidak berencana mengurangi misi F-15 di Seymour Johnson tanpa adanya pesawat pengganti," tulis Troy Meink, Sekretaris Angkatan Udara AS.

Rencana penempatan tersebut mendapat sambutan positif dari pejabat legislatif setempat yang memantau kesiapan tempur pangkalan tersebut.

"Ini merupakan langkah penting untuk memastikan Amerika Serikat mempertahankan dominasi udaranya," kata Ted Budd, Senator AS dari Carolina Utara.

Budd menambahkan bahwa Pangkalan Seymour Johnson memiliki peran vital sebagai pusat pelatihan utama pilot F-15 dan mengoperasikan dua skuadron F-15E yang aktif bertugas dalam Operation Epic Fury di Asia Barat Daya.

Kebutuhan jet tempur modern di kawasan Asia terus meningkat seiring dinamika keamanan regional di sekitar Selat Taiwan. Penyiapan armada F-15EX dinilai menjadi penyeimbang utama bagi keunggulan udara militer Amerika Serikat.

"USAF selama bertahun-tahun telah membeli sekitar 800 F-15 tetapi hanya memperoleh 189 F-22 untuk menggantikannya. Harus ada sesuatu yang mengisi celah di antara kedua angka tersebut dan bertindak sebagai pelengkap terbaik bagi Raptor. EX menjalankan tugas itu dengan sangat baik," kata Reuben F. Johnson, Direktur Riset di Casimir Pulaski Foundation.

Proses pemindahan 24 unit F-15E dari Seymour Johnson ke Pangkalan Whiteman diperkirakan mencapai Kemampuan Operasional Awal pada 2032 dan Kemampuan Operasional Penuh pada 2034.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow