Gunung Anak Krakatau Erupsi 143 Kali Status Siaga Level Tiga
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mencatatkan 143 kali erupsi hingga Selasa (25/8/2026) dengan status bertahan pada Level III atau Siaga. Petugas mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk tidak mendekat dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi juga terjadi pada Senin (24/8/2026) pukul 20.34 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 300 meter di atas puncak atau 457 meter di atas permukaan laut dengan warna kelabu hingga hitam tebal yang condong ke arah barat laut. Amplitudo maksimum terekam 62 milimeter dengan durasi 1 menit 27 detik.
Petugas Pemantau Gunung Anak Krakatau pada Pos Pantau Pasauran, Anggi Nuryo Saputro menjelaskan kondisi erupsi yang berlangsung secara terus-menerus tersebut.
"Radius tiga kilometer tidak boleh beraktivitas dari Anak Krakatau, erupsi masih terjadi secara terus menerus sejak semalam hingga pagi ini. Hingga Selasa kemarin, terpantau ada 143 erupsi tapi ini masih terbilang aman," kata Anggi Nuryo Saputro, Petugas Pemantau GAK Pos Pantau Pasauran.
Anggi menambahkan bahwa abu vulkanik menyebar mengikuti arah angin ke wilayah Lampung dan Pulau Sebesi, di mana pembagian masker telah dilakukan. Sementara itu, getaran yang terdeteksi murni gempa vulkanik lokal dari tubuh gunung.
"Tergantung arah angin ke mana, dari kemarin itu terdampak ke arah Lampung sama Pulau Sebesi, makanya kemarin di daerah sana ada bagi-bagi masker untuk pencegahan. Sedangkan kalau soal gempa, belum kami rasakan gempa tektonik kalau vulkanik itu dari gunung nya," ujar Anggi Nuryo Saputro.
Meskipun aktivitas erupsi tinggi, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang memastikan kawasan wisata pesisir pantai Anyer dan Cinangka tetap aman dikunjungi karena jaraknya puluhan kilometer dari pusat erupsi.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya menyampaikan bahwa tingkat kunjungan ke pantai masih relatif stabil meskipun terdapat beberapa pembatalan pemesanan hotel.
"Untuk pantai Anyer Cinangka masih aman, sebab peringatan yang dikeluarkan itu dilarang mendekat dalam radius tiga kilometer, tidak boleh ada wisatawan mendekat ke GAK. Sehingga, masih terbilang aman karena jaraknya jauh," kata Anas Dwi Satya Prasadya, Kepala Disporapar Kabupaten Serang.
Pemerintah daerah setempat juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menggelar pelatihan kesiapsiagaan potensi bencana bagi warga pesisir.
"Kalau berdampak sih pasti ada ya, beberapa hari lalu ada yang cancel hotel, tapi untuk kunjungan ke pantai masih stabil ya," ujar Anas Dwi Satya Prasadya.
Pihak dinas memastikan fasilitas keselamatan dan rute evakuasi di sepanjang wilayah pesisir telah disiapkan secara memadai.
"Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk bersama melaksanakan pelatihan kesiapsiagaan potensi bencana, dan jalur evakuasi juga sudah ada banyak," ucap Anas Dwi Satya Prasadya.
Selain Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mencatat tiga gunung api lain di Indonesia juga mengalami erupsi pada Senin (24/8/2026), yaitu Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.
Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari menerangkan bahwa lokasi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik membuat potensi erupsi beberapa gunung secara bersamaan memungkinkan terjadi secara statistik. Di sisi lain, jejak sejarah letusan dahsyat letusan Krakatau tahun 1883 hingga kini masih terekam jelas pada endapan pasir tsunami dan bongkahan koral di Rawa Gribig, Tanjung Lesung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow