Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun Menjadi Satu Kali

Smallest Font
Largest Font

Frekuensi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tercatat mengalami penurunan signifikan pada Kamis (27/8/2026) sore, dengan hanya meluncurkan satu kali letusan setinggi 150 meter. Laporan pengamatan Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau mencatat letusan tersebut terjadi pada pukul 17.30 WIB.

Erupsi tunggal tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal yang mengarah ke barat dan barat laut. Petugas mencatat gempa erupsi memiliki amplitudo maksimum 14 milimeter serta durasi 13 detik.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Andi Suwardi, memaparkan intensitas erupsi terkini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

"Untuk periode siang sampai sore ini, erupsi yang teramati satu kali, yaitu pukul 17.30 WIB. Kolom letusannya sekitar 150 meter di atas puncak," kata Andi, Kamis (27/8/2026).

Penurunan ini terbilang drastis jika dibandingkan dengan aktivitas pada Rabu siang hingga sore yang mencatatkan 13 kali erupsi. Pada Kamis dini hari pukul 00.25 WIB, gunung vulkanik ini juga sempat melontarkan abu setinggi 400 meter.

Andi menambahkan, meski frekuensi letusan menyusut, pengawasan intensif terus dilakukan oleh tim di lapangan.

"Kalau dilihat dari aktivitas erupsi yang teramati pada periode ini memang lebih sedikit. Tetapi pemantauan tetap dilakukan karena aktivitas gunung dapat berubah sewaktu-waktu," ujar Andi.

Selain satu kali erupsi, rekaman seismograf periode 12.00-18.00 WIB memperlihatkan adanya empat kali gempa hembusan, empat kali gempa low frequency, serta 10 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Andi menjelaskan bahwa pemantauan tidak hanya berfokus pada letusan utama semata.

"Jadi bukan hanya erupsi yang kami pantau. Gempa hembusan, low frequency dan hybrid juga terus dicatat karena menjadi bagian dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata Andi.

Secara visual, asap kawah utama teramati berwarna kelabu tipis hingga tebal dengan ketinggian 50 hingga 200 meter. Kondisi cuaca di sekitar area gunung terpantau berawan hingga mendung dengan arah angin menuju barat laut.

Menanggapi potensi bahaya, Andi menegaskan agar masyarakat tidak mengabaikan protokol keamanan yang telah ditetapkan.

"Walaupun aktivitas erupsi pada periode ini lebih rendah, masyarakat tetap harus waspada dan mengikuti rekomendasi yang berlaku," ujarnya.

Ia mengimbau seluruh pihak untuk mensterilkan area dalam radius bahaya demi keselamatan bersama.

"Jangan mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Keselamatan harus menjadi prioritas," tegas Andi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed