Akamai Gandeng WWT Perkuat Arsitektur Keamanan AI Factory
Akamai resmi terpilih sebagai mitra strategis untuk AI Readiness Model for Operational Resilience (ARMOR) milik World Wide Technology (WWT). Langkah ini diambil untuk menjembatani celah antara inovasi kecerdasan buatan (AI) dan sektor keamanan perusahaan.
Kemitraan tersebut memposisikan Akamai sebagai penyedia arsitektur keamanan dasar bagi "AI factory" yang dibangun oleh WWT dengan dukungan teknologi NVIDIA. Informasi ini dilansir dari Investor Daily pada hari Minggu, 19 Juli 2026.
Banyak perusahaan yang terburu-buru mengadopsi AI kerap menghadapi masalah pajak keamanan. Fenomena ini terjadi saat agen keamanan tradisional bersaing memperebutkan sumber daya komputasi kritis dengan beban kerja AI.
Melalui kerangka ARMOR, Akamai dan WWT mengatasi kendala tersebut dengan mengintegrasikan kecerdasan perangkat lunak Akamai secara langsung ke dalam NVIDIA BlueField Data Processing Units (DPUs).
ARMOR besutan WWT menjadi kerangka kerja keamanan AI holistik pertama di industri yang bersifat netral vendor. Saat arsitektur lain terbatas pada platform cloud tertentu, ARMOR menyediakan blueprint terstruktur yang mencakup enam domain penting.
Enam domain tersebut meliputi Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan (GRC), Perlindungan Model, Operasi AI yang Aman, Keamanan Infrastruktur, Perlindungan Data, serta Sistem Pengembangan yang Aman (SDLC).
"Sebelum adanya ARMOR, banyak organisasi sering kali terpaksa menyusun strategi keamanan yang terpisah-pisah," kata PJ Joseph, Executive Vice President, Global Sales and Services di Akamai dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
"Dengan menyelaraskan portofolio kami dengan kerangka kerja ini, kami menyediakan metodologi proaktif untuk mengisolasi kluster AI berskala besar dan mencegah pergerakan lateral ancaman tanpa mengorbankan kinerja yang dibutuhkan dalam pelatihan dan inferensi AI," lanjutnya.
Keterlibatan Akamai dalam ARMOR framework bertumpu pada tiga pilar strategis untuk membebaskan pajak keamanan. Pengalihan segmentasi Akamai Guardicore ke NVIDIA BlueField membuat lingkungan AI dapat beroperasi dengan efisiensi maksimal.
Integrasi ini menciptakan lapisan penegakan tersendiri yang tetap berfungsi meskipun sistem operasi host disusupi. Sistem ini mampu mempercepat penanggulangan ransomware rata-rata sebesar 21,4% hingga mencapai 32,6% untuk perusahaan besar.
Pada pilar kedua, pengamanan dilakukan terhadap Agentic AI dan Data Lakes. Akamai API Security akan memantau jaringan penghubung AI untuk mencegah akses tidak sah ke data lakes sensitif yang menjadi sumber bagi large language models (LLMs).
Untuk pilar ketiga berupa pertahanan end-to-end, Akamai menggabungkan mitigasi DDoS dari Prolexic. Langkah ini menyediakan proteksi berlapis terhadap serangan volumetrik yang menargetkan arsitektur vital AI.
Upaya memperkuat ekosistem AI global ini juga memanfaatkan Advanced Technology Center (ATC) milik WWT yang bertindak sebagai laboratorium pengujian global arsitektur AI. Integrasi Akamai ke dalam model referensi ARMOR memastikan perusahaan meraih ketahanan siber yang nyata.
"Tidak ada satu vendor pun yang dapat mengamankan AI frontier sendirian," kata Chris Konrad, Global VP of Cybersecurity di WWT.
"Melalui kemitraan erat dengan Akamai, kami mengubah antusiasme terhadap AI perusahaan yang aman menjadi kenyataan dan dapat terus ditingkatkan bagi para pelanggan," imbuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow