John Ternus Resmi Memimpin Apple Dan Jadikan Kecerdasan Buatan Fokus Utama
John Ternus resmi memulai tugasnya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Apple pada Selasa, 1 September 2026. Mantan pimpinan teknik perangkat keras tersebut menggantikan Tim Cook dan menempatkan strategi kecerdasan buatan (AI) sebagai prioritas utama perusahaan.
Pengangkatan Ternus menjadikannya pimpinan ketiga dalam sejarah Apple sejak 1997. Ia meneruskan kepemimpinan Cook yang menjabat selama 15 tahun, di mana nilai saham perusahaan sempat melonjak lebih dari 2.000 persen dan mencatatkan penjualan lebih dari 3,1 miliar unit iPhone.
Debut publik Ternus sebagai CEO dijadwalkan berlangsung pada acara peluncuran produk musim gugur Apple tanggal 9 September 2026. Perusahaan diperkirakan akan memperkenalkan iPhone layar lipat pertama serta pembaruan asisten virtual Siri berbasis AI.
Tantangan besar yang dihadapi Apple terletak pada independensi infrastruktur AI. Selama ini Apple mengandalkan kemitraan eksternal, termasuk integrasi ChatGPT dari OpenAI serta penggunaan model Gemini milik Google untuk menyokong fitur kecerdasan buatannya.
Wakil Presiden Data dan Analitik di lembaga riset IDC Francisco Jeronimo memberikan pandangannya terkait arah kepemimpinan baru di raksasa teknologi tersebut.
"Tentu saja, 9 September akan menjadi tonggak sejarah yang cukup penting bagi perusahaan seputar perangkat lipat dan inovasi," kata Francisco Jeronimo, VP Data dan Analitik IDC.
Pengembangan AI dinilai sebagai faktor krusial yang menentukan posisi persaingan Apple di industri teknologi masa depan.
"Mulai terlihat jelas bahwa AI bukanlah tren sesaat, bukan sesuatu yang akan hilang dalam dua atau tiga tahun ke depan. Ini adalah sesuatu yang akan menentukan masa depan sebagian besar perusahaan teknologi dan bahkan seluruh perusahaan," ujar Francisco Jeronimo, VP Data dan Analitik IDC.
Ketergantungan pada pihak ketiga dalam penyediaan infrastruktur teknologi AI dinilai membawa risiko tersendiri bagi bisnis Apple.
"Mungkin itu yang akan dilakukan John Ternus secara berbeda dari Tim Cook, karena saat ini, meskipun Apple membangun teknologi AI mereka sendiri, kenyataannya mereka masih bergantung pada pihak lain," tutur Francisco Jeronimo, VP Data dan Analitik IDC.
Kemunculan perangkat keras baru dari kompetitor berbasis AI juga dinilai dapat mengubah peta persaingan industri.
"Jika perangkat dari OpenAI menjadi tersedia, hal itu bisa sangat, sangat berisiko bagi Apple. Perangkat tersebut dapat sepenuhnya mengganggu pengalaman dan cara kita berinteraksi dengan teknologi. Dan jika Apple tidak berada di barisan depan inovasi tersebut, itu adalah risiko besar," ucap Francisco Jeronimo, VP Data dan Analitik IDC.
Rekam jejak Ternus di Apple mencakup kepemimpinan dalam transisi penggunaan cip mandiri Apple Silicon serta pengembangan Apple Watch dan AirPods.
"Steve Jobs adalah guru inovasi dan gangguan, dan Tim Cook adalah guru eksekusi. Saya pikir John Ternus bisa menjadi kombinasi dari keduanya," kata Francisco Jeronimo, VP Data dan Analitik IDC.
Bersamaan dengan hari pertamanya menjabat, Ternus membuat akun resmi di platform media sosial X dengan unggahan perdananya yang berisi kata "hello".
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow