Airlangga Targetkan Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp 2.000 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tugas tambahan kepada Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman untuk mendongkrak penyaluran kredit UMKM nasional hingga Rp 2.000 triliun pada akhir 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Selasa (11/8/2026).
Target tersebut ditetapkan setelah laporan OJK mencatat penyaluran kredit UMKM berada di kisaran Rp 1.500 triliun untuk 9.000 entitas pengusaha. Porsi ideal penyaluran kredit UMKM sebenarnya diharapkan mencapai 30 persen atau setara Rp 3.000 triliun dari total kredit perbankan.
"Jadi, kalau target yang disampaikan total kredit kita kan 9.000 UMKM, tadi laporannya Pak Maman Rp 1.500 triliun. Sebetulnya idealnya itu kan 30%. Tapi kalau 30% kan berarti Rp 3.000 triliun," kata Airlangga dalam acara UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/8/2026).
Lonjakan target hingga Rp 3.000 triliun dinilai belum realistis untuk dicapai dalam waktu singkat. Penyesuaian target ke angka yang lebih terjangkau menjadi langkah rasional pemerintah saat ini.
"Nah, loncat dari Rp 1.500 triliun ke Rp 3.000 triliun itu kan loncat 100%. Jadi, gimana kalau kita turunkan ke Pak Maman Rp 2.000 triliun. Jadi, saya bilang ini saja yang saya ingin sampaikan di summit, naik ke Rp 2.000 triliun," sambungnya.
Guna mendukung pencapaian tersebut, pemerintah menyiapkan alokasi Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp 370 hingga Rp 400 triliun sepanjang 2026 untuk pembiayaan hingga Rp 500 juta. Kementerian UMKM diminta berfokus mendorong skema kredit di atas skala tersebut.
"Kalau kita dari KUR kan siram Rp 370 triliun sampai Rp 400 triliun. Jadi, sisanya itu yang bukan kredit yang dibawah Rp 500 juta atau bahkan Rp 10 miliar, tapi itu naik sampai Rp 50 miliar ke atas. Nah, inilah PR tambahan untuk Pak Maman," ujar Airlangga.
Sementara itu, otoritas pengawas keuangan mencatat realisasi pembiayaan UMKM lintas sektor jasa keuangan hingga pertengahan tahun terus menunjukkan tren pertumbuhan positif secara tahunan.
"Data OJK menunjukkan bahwa pada Juni 2026, total pembiayaan UMKM lintas sektor mencapai angka Rp 1.948,72 triliun, tumbuh sebesar 2,16% year on year," ujar Dian.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae merinci bahwa dari angka pembiayaan lintas sektor tersebut, porsi khusus perbankan menyumbang Rp 1.519,35 triliun atau 16,73 persen dari total kredit perbankan, dengan rasio NPL sebesar 4,54 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow