Warganet Soroti Komentar Nirempati Atas Wafatnya Pengguna Threads

Smallest Font
Largest Font

Seorang pengguna media sosial Threads, Yurizal Tri Chaerawan, dilaporkan meninggal dunia setelah membagikan kisahnya yang kesulitan mendapatkan kamar perawatan rumah sakit pada 23 Juli. Kasus ini menjadi sorotan warganet akibat maraknya komentar nirempati yang membanjiri unggahan mendiang, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Unggahan awal Yurizal menyoroti proses penanganan medis yang lambat saat dirinya berupaya mendapatkan ruang rawat inap.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal.

Unggahan tersebut mendapat beragam respons negatif dari warganet, termasuk kritikan mengenai kapasitas rumah sakit dan saran prosedur medis yang dinilai kurang berempati.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana ? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," ujar seseorang.

Pengguna lain turut memberikan komentar bernada kritikan terkait penanganan darurat.

"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," timpal yang lain.

Kabar duka mengenai meninggalnya Yurizal disampaikan oleh sepupunya, Hilda Aprianti Perdana, melalui platform X pada 31 Juli.

"Selamat jalan ya, Wi. Semoga husnul khotimah. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah," tulis Hilda.

Kabar berpulangnya Yurizal kemudian memicu gelombang respons serta rasa penyesalan dari para pengguna media sosial di platform X.

"Turut berduka cita ya Abang, Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun. Sekarang yg komen komen negatif pada bingung gimana minta maafnya. Manteman nakes atau non-nakes ini sebagai reminder bagi kita yaa. Mungkin kita yg paling faham tp tak menjadikan kita kemudian mudah berkomentar bahkan yg jauh dr nalar," tutur akun @MinDos.

Sejumlah pengguna lain juga menyuarakan rasa belasungkawa mendalam atas peristiwa duka tersebut.

"Ya Allah, bener² nir empati.🥹 Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Selamat jalan Yurizal, Husnul khatimah dan tenanglah di Surga. 🤲🏼," doa akun @03_nakula.

Kritik keras terhadap para pengetik komentar negatif turut disampaikan oleh publik.

"Gimana pertanggungjawaban mereka abis ngehujat orang yang ngeluh nunggu 8 jam, bahkan sampe ada yang komen nyuruh p*tng ndi. Sekarang orangnya udh meninggal, innalillahi wainnailaihi rojiun 🥺🥺🥺," kata akun @serasaselasa.

Pasca beritanya viral, pemilik akun Threads @epr.1234 yang diketahui berprofesi sebagai dokter menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ucapan nirempatinya.

"Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi oleh almarhum saat mencari penanganan medis", tulis akun Threads @epr.1234.

Ia mengakui kekhilafannya dalam menjaga etika profesi serta moralitas saat merespons keluhan mendiang.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, instansi tempat saya mengabdi, dan masyarakat luas atas kegaduhan dan luka yang telah saya perbuat," imbuhnya.

Permohonan maaf tersebut kemudian ditanggapi oleh pengguna lain yang mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata di ruang publik.

"Mbak, Semoga kejadian ini jadi pengingat dan banyak hikmah yg bisa diambil. Selalu ingat akan hadits: Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aaakhir, fal yaqul khairan au liyashmut. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah baik atau diam 🙏," ucap akun @bu.dith.

Pemilik akun @epr.1234 pun memberikan balasan singkat atas nasihat tersebut.

"makasih nggih bu pengingatnya🙏," balas akun @epr.1234.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed