Wamen Dalam Negeri Kritik Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di UI
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menerima pertanyaan kritis pada kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Indonesia (PPKMB UI) 2026 di Depok, Jawa Barat, Senin (3/8).
Pertanyaan dari mahasiswa Ilmu Filsafat UI menyoroti perbandingan antara pengembangan pendidikan dengan program makan bergizi gratis (MBG).
Mahasiswa tersebut menyatakan bahwa banyak temannya gagal daftar ulang karena keterbatasan ekonomi, dan menanyakan mana yang lebih penting antara pendidikan dan makanan bergizi gratis.
Bima Arya mengapresiasi pertanyaan tersebut dan menyatakan, "Jawabanya jelas, pendidikan penting dan MBG harus dikoreksi," yang disambut tepuk tangan mahasiswa.
Menurut Bima Arya, banyak target baik dalam pelaksanaan MBG tetapi lemah dalam eksekusi dan implementasi.
"Jadi hari ini kita maksimal habis-habisan untuk mengoreksi. Mana yang perlu dikoreksi untuk mengawal agar semua bisa merasakan," jelasnya.
Usai kuliah umum, Bima Arya menambahkan bahwa koreksi MBG sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dan banyak tata kelola MBG yang menyimpang.
"Tadi pagi saya baru rapat bersama Kepala BGN dan Pak Mendagri. Nah itu kita perbaiki. Supaya tidak ada jual-beli titik. Kemudian supaya terbangun rantai suplainya, ekosistemnya terbangun," ujarnya.
Dia juga menyatakan bahwa MBG akan diprioritaskan untuk yang benar-benar membutuhkan, terutama di daerah 3T paling pinggir.
"Pelaksanaan MBG ini harus betul-betul kita kawal tata kelolanya. Yang intinya adalah bagaimana yang tidak mampu di daerah 3T, yang paling pinggir itu, itu kemudian nutrisi dan gizinya bisa ditingkatkan," kata Bima Arya, dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow