Donald Trump Desak Senat AS Sahkan RUU Kripto Clarity Act
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Senat AS pada Selasa (15/7/2026) untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang regulasi mata uang kripto Clarity Act demi menghormati mendiang Senator Lindsey Graham yang baru saja wafat. Desakan ini disampaikan di tengah kekhawatiran Trump atas persaingan global yang ketat dari kompetitor seperti China dalam penguasaan sektor mata uang digital dan kecerdasan buatan. "Untuk menghormati Senator Lindsey Graham yang merupakan pendukung besar kita, Senat AS harus mengesahkan Clarity Act," tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social, sebagaimana dilansir dari Investor Daily yang mengutip CNBC Internasional.
Ia juga menambahkan peringatan tegas terkait dominasi teknologi global agar Amerika Serikat tidak tertinggal oleh negara pesaing.
"Jangan biarkan China menang di kedua bidang tersebut!" tegas Trump. Desakan pengesahan regulasi yang bernama formal Digital Asset Market Clarity Act (H.R. 3633) ini memicu perdebatan politik yang hangat di Washington.
RUU yang dirancang untuk menciptakan kerangka regulasi komprehensif aset digital ini didukung penuh oleh raksasa industri seperti Coinbase, Circle, dan Ripple demi memberikan kepastian hukum bagi para investor. Namun, langkah ini menghadapi penolakan keras di Senat dari kubu Demokrat yang menuntut batasan etika ketat bagi pejabat publik, terutama setelah laporan menunjukkan Trump meraup keuntungan sekitar US$ 1,2 miliar dari bisnis kripto pada tahun lalu.
Sektor perbankan juga menyatakan kekhawatiran bahwa aturan baru ini dapat menguras simpanan di bank konvensional karena perusahaan kripto diizinkan menawarkan pembayaran serupa bunga kepada pemegang stablecoin. Selain itu, publik menyoroti bahwa mendiang Lindsey Graham sebenarnya bukan tokoh kunci dalam perumusan kebijakan kripto tersebut, melainkan Senator Tim Scott dan Cynthia Lummis. Kondisi ini membuat beberapa pihak menilai penghormatan terhadap Graham seharusnya dilakukan melalui kebijakan luar negeri yang selama ini menjadi fokus utamanya.
"Senator dari kubu Demokrat Jeanne Shaheen menilai penghormatan yang jauh lebih tepat untuk Graham adalah mengesahkan paket sanksi Rusia demi mewujudkan mimpi Graham melihat Ukraina yang merdeka dan aman," demikian laporan dari media tersebut terkait respons dari pihak oposisi.
Wafatnya Graham kini mempersempit mayoritas tipis kubu Republik di Senat menjadi 52 banding 47 kursi, yang diprediksi akan semakin mempersulit peta politik pengesahan regulasi aset digital di Amerika Serikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow