Truk Tabrak Pikap Pengangkut Orang di Pantura Indramayu Belasan Jiwa Meninggal Dunia

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kecelakaan maut yang melibatkan dua mobil pikap dan satu truk tronton terjadi di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Peristiwa tragis tersebut merenggut belasan korban jiwa setelah sebuah truk menabrak bagian belakang mobil pikap yang tengah mengangkut rombongan warga. Dilansir dari Detik Oto, insiden ini kembali memicu sorotan tajam dari pengamat transportasi mengenai bahaya fatal penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia tersebar di beberapa lokasi setelah proses evakuasi dilakukan.

"belasan orang meninggal dunia akibat kecelakaan ini." Peristiwa ini bermula saat mobil pikap dengan nomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warsidi hendak memutar arah di putaran Kiajaran Kulon.

Kendaraan bak terbuka tersebut sedang membawa 17 orang penumpang di bagian belakangnya. Pada saat yang sama, truk tronton bernomor polisi B 9260 TEV yang dikemudikan Deden Ibad melaju dari arah yang sama dan menghantam bagian belakang pikap dengan keras.

Benturan tersebut membuat belasan penumpang yang berada di bak belakang terlempar ke jalan raya, dengan tiga orang meninggal seketika di tempat kejadian. Beberapa korban lain yang mengalami luka berat, khususnya cedera kepala serius, meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit serta selama penanganan medis. Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai fenomena mobil bak terbuka yang mengangkut orang merupakan dilema klasik yang rumit.

Kebiasaan ini kerap berulang terutama saat masa mudik, perjalanan wisata, hingga acara adat warga setempat.

"Meskipun aturan hukumnya sudah sangat jelas melarang, fenomena ini terus berulang. Menghadapi dan menertibkan fenomena ini tidak mudah karena melibatkan benturan antara penegakan regulasi, kondisi ekonomi, dan budaya masyarakat," Djoko menjabarkan ada sejumlah kendala mendasar yang membuat penertiban mobil pikap pengangkut penumpang sulit diatasi di lapangan.

Faktor Sosial, Ekonomi, dan Penegakan Hukum

Faktor pertama adalah kendala sosial budaya, di mana bepergian bersama keluarga besar menggunakan pikap dinilai sebagai simbol kebersamaan atau guyub yang sudah turun-temurun.

"Kebiasaan, karena sudah dilakukan secara turun-temurun, misalnya saat merayakan Lebaran, menghadiri hajatan, atau pergi ke tempat wisata lokal. Tindakan ini dianggap wajar dan tidak dirasa sebagai sebuah pelanggaran hukum atau bahaya serius oleh masyarakat setempat," Faktor kedua menyangkut masalah ekonomi dan keterbatasan akses transportasi umum yang aman serta terjangkau di kawasan pedesaan.

"Minimnya layanan transportasi umum, di banyak daerah pedesaan atau penyangga kota, transportasi umum yang aman, terjangkau, dan menjangkau rute-rute pelosok sangat terbatas atau bahkan tidak ada. Mobil pikap akhirnya mengisi kekosongan (gap) layanan transportasi tersebut," Kendala ketiga berada pada penegakan hukum di lapangan, karena petugas kepolisian sering kali menghadapi dilema sosial saat harus menindak tegas mobil yang penuh penumpang.

"Sanksi yang kurang menjerat, regulasi yang ada (seperti UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 303) memberikan sanksi denda atau kurungan yang relatif ringan, sehingga belum memberikan efek jera yang maksimal bagi pemilik kendaraan," Terakhir, rendahnya kesadaran keselamatan membuat banyak orang mengabaikan risiko fatalitas berkendara dengan bak terbuka yang tidak dirancang untuk manusia. "Secara teknis, pikap dirancang dengan pusat gravitasi dan sistem suspensi untuk barang. Ketika diisi manusia dalam posisi berdiri atau duduk tanpa sabuk pengaman dan pelindung kabin, risiko fatalitas (kematian) saat terjadi rem mendadak atau kendaraan terguling meningkat berkali-kali lipat,"

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed