Trent Alexander-Arnold Ungkap Pengalaman Pahit Usai Tinggalkan Liverpool dan Dicoret dari Timnas Inggris
Trent Alexander-Arnold mengungkap pengalaman pahit setelah pindah dari Liverpool ke Real Madrid dan kecewa dicoret dari skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026, dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Mirror Inggris.
Bek asal Inggris ini menerima hinaan dari suporter Liverpool, terutama melalui media sosial, namun tetap menyatakan cintanya kepada klub masa kecilnya itu.
Alexander-Arnold menyebutkan bahwa teriakan cemoohan saat kembali ke Anfield dan tulisan "tikus" pada muralnya adalah beban berat yang juga memengaruhi keluarganya.
"Saya bisa memahami kekecewaan dan kemarahan suporter Liverpool, tapi hinaan lewat internet dan ancaman lewat pesan pribadi sudah melewati batas," ujar Alexander-Arnold, seperti dilansir dari Mirror.
Ia juga berbicara tentang perbedaan antara kemarahan suporter di stadion dan serangan verbal di dunia maya yang menyedihkan dan berdampak pada kesehatan mental.
"Saya berusaha melindungi diri, tapi saya sadar bagi sebagian orang hal itu sulit dilakukan," tambahnya.
Meski begitu, ia mendapat dukungan dari pertemuan langsung dengan warga Liverpool yang tidak mencerminkan kebencian di media sosial.
Alexander-Arnold menegaskan bahwa ia masih menonton dan mendukung Liverpool, menyebut klub itu sebagai rumahnya yang selalu dicintai.
Sementara itu, ia juga membahas kesedihannya setelah dicoret dari skuad Inggris Piala Dunia 2026 oleh pelatih Thomas Tuchel.
"Saya tahu panggilan sedang berlangsung dan saya penuh harap. Saat telepon itu datang, saya benar-benar hancur," katanya mengenang saat menerima kabar tersebut di rumahnya di Madrid.
Ia berharap staf pelatih mengerti kemarahannya karena ia sangat ingin bermain untuk Inggris.
"Kami memiliki banyak pemain hebat di posisi bek kanan, dan pelatih memilih yang terbaik. Saya menggunakan kekecewaan ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri," ujar Alexander-Arnold.
Berbeda dengan pemain lain yang mengeluh secara publik, ia memilih untuk tidak mengumbar kekecewaan karena percaya hal itu tidak akan mengubah keputusan pelatih.
"Sampai saya pensiun, saya tetap pemain Inggris dan selalu siap jika pelatih membutuhkan. Ini kehormatan terbesar dan saya ingin menggunakan perasaan ini untuk kembali ke skuad," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow