Topan Lala Landa Pulau Besar Hawaii dengan Angin dan Hujan Lebat
Topan Lala dengan kecepatan angin hingga 80 mph menyapu bagian selatan Pulau Besar Hawaii pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026, menyebabkan angin kencang dan hujan lebat yang memicu banjir dan pemadaman listrik besar-besaran.
Menurut Pusat Topan Nasional, pusat badai Lala berada sekitar 30 mil barat daya dari South Point, bergerak ke barat laut dengan kecepatan 9 mph. Pulau Besar berada dalam peringatan badai topan, sementara pulau-pulau lain seperti Maui, Oahu, dan Kauai berada di bawah peringatan badai tropis.
Mayor Hawaii County, Kimo Alameda, melaporkan bahwa lebih dari 70% wilayah pulau sudah mengalami pemadaman listrik akibat angin kencang dan pohon tumbang. "Kondisi memburuk hingga keselamatan petugas jalan dan listrik menjadi perhatian, sehingga mereka diminta untuk mundur sementara," kata Alameda.
Mayor Alameda juga mengimbau warga untuk terus berlindung dan mempercepat persiapan melindungi jiwa dan harta benda. "Pastikan semua orang aman karena pulau ini besar dengan komunitas kecil yang saling terhubung," ujarnya.
Curah hujan di Pulau Besar diperkirakan mencapai 10 hingga 25 inci, dengan potensi banjir dan longsor di daerah berbukit. Hujan lebat juga diperkirakan melanda pulau-pulau lain yang lebih kecil, seperti Maui, dengan intensitas 4 hingga 12 inci.
Hujan deras dan angin kencang yang dihasilkan oleh Lala juga memicu gelombang besar di pantai timur pulau-pulau Hawaii, menyebabkan kondisi ombak dan arus deras yang berbahaya, serta potensi banjir pesisir.
Gubernur Hawaii, Josh Green, memperingatkan warga menghadapi "jumlah air yang luar biasa" dan bahaya banjir serta gelombang besar yang dapat mengancam keselamatan selama akhir pekan.
Sejumlah penerbangan dibatalkan, dengan 40% penerbangan di Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona dan sekitar 80% di Bandara Internasional Hilo dibatalkan, menurut data FlightAware.
Cuaca buruk juga menyebabkan penutupan jalan akibat pohon tumbang dan longsor. Petugas terus membersihkan jalan, namun warga diminta untuk tidak keluar dan beraktivitas di luar rumah demi keselamatan.
Menurut Badan Pertahanan Sipil Hawaii, tempat penampungan telah disiapkan di seluruh kabupaten di Pulau Besar bagi warga yang mengungsi.
Ini berpotensi menjadi landfall badai topan pertama di Pulau Besar sejak 155 tahun terakhir, sementara badai topan terakhir yang mendarat di Hawaii adalah Topan Iniki pada 1992 di Kauai.
Para ahli juga mengaitkan meningkatnya aktivitas badai ini dengan suhu laut global yang mencapai rekor tertinggi, dipicu oleh kondisi El Niño di Pasifik, yang memperkuat potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow