Tokoh Bali Tagih Janji Presiden Prabowo Bangun Bandara Baru
Sejumlah tokoh adat dan masyarakat Pulau Dewata mendatangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/7/2026), untuk menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
Rombongan yang menyampaikan aspirasi langsung ini terdiri dari Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB), tokoh masyarakat Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, serta utusan Raja dan Sultan Nusantara. Seperti dilansir dari Detik Finance, kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Pemerintah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti tuntutan tersebut agar proses kajian lokasi dan kebijakan penunjang berjalan cepat serta transparan.
"KSP akan segera melapor aspirasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini kepada Bapak Presiden," kata Dudung, Kepala Staf Kepresidenan.
Pihak P3SB menjelaskan bahwa komitmen mengenai proyek ini sebenarnya telah diutarakan oleh Prabowo Subianto sejak masa sebelum pemilihan hingga setelah resmi menjabat sebagai Kepala Negara.
"Komitmen tersebut disampaikan secara langsung kepada Para Penglingsir Bali pada 13 Februari 2024 sebelum beliau menjadi presiden maupun kepada publik melalui media pada 3 November 2024 setelah beliau menjadi Presiden Republik Indonesia," tulis pernyataan resmi P3SB.
Kebijakan tersebut juga sudah memiliki payung hukum yang kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Tahun 2025-2029 yang mencakup pembangunan bandara di Kubutambahan dan jalan tol penghubung.
"With demikian pembangunan Bandara Internasional Bali Utara telah menjadi kebijakan resmi negara yang patut segera dilaksanakan. Mengingat bahwa pembangunan bandara tersebut telah dinantikan oleh masyarakat Bali selama lebih dari 10 tahun," tulis pernyataan P3SB lebih lanjut.
Ketua Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali Ida Cokorda Gde Putra Nindia menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini sangat krusial untuk mengurai ketimpangan ekonomi yang selama ini berpusat di wilayah selatan.
"Kehadiran kami bersama para penglingsir puri, tokoh masyarakat Buleleng, serta didukung Raja dan Sultan Nusantara adalah untuk menindaklanjuti aspirasi keseimbangan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan. Saat ini, pusat ekonomi dan infrastruktur masih bertumpu di selatan, sehingga generasi muda di utara terpaksa merantau dan membuat wilayah selatan semakin padat," ujar Ida, Ketua Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali.
Dukungan terhadap pembangunan ini juga mengalir dari lembaga adat se-Nusantara demi memastikan proyek tetap menjaga kelestarian budaya setempat. Untuk menghindari konflik lahan, bandara ini diusulkan dibangun di lepas pantai Kubutambahan menggunakan dana investasi swasta sepenuhnya tanpa membebani APBN.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow