Takara Standard Pangkas Proyeksi Laba Akibat Lonjakan Harga Material
Produsen peralatan rumah tangga asal Jepang, Takara Standard Co., Ltd., memangkas proyeksi laba konsolidasi untuk kuartal kedua dan tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2027 pada Kamis (30/7/2026). Langkah tersebut diambil menyusul lonjakan harga bahan baku akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta penundaan proyek konstruksi yang menggeser pengakuan pendapatan perusahaan.
Akibatnya, laba operasional periode interim diperkirakan merosot sekitar 20 persen dari estimasi awal. Pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2026, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo ini mencatat kenaikan penjualan bersih sebesar 1,8 persen menjadi 62,5 miliar yen, tetapi laba operasional turun 14,2 persen menjadi 3,6 miliar yen dan laba bersih anjlok 15,4 persen menjadi 2,6 miliar yen.
"Penjualan bersih kami tumbuh 1,8% dibandingkan tahun lalu, namun kenaikan biaya operasional menyebabkan penurunan laba bersih," ujar perwakilan Takara Standard.
Untuk mengantisipasi tekanan margin pada semester kedua, manajemen akan membebankan kenaikan biaya material ke harga jual dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, Takara Standard berencana menghentikan penjualan sejumlah produk mulai Agustus 2026 guna merestrukturisasi portofolio bisnis.
"Arus kas dari operasi kami menunjukkan perbaikan signifikan, yang penting untuk menjaga kelangsungan bisnis dan mendukung rencana dividen yang lebih tinggi," tambah perwakilan perusahaan.
Secara keseluruhan untuk tahun fiskal penuh, total penjualan bersih diproyeksikan mencapai 259 miliar yen. Perusahaan juga mempertahankan rasio ekuitas solid sebesar 68,8 persen serta memproyeksikan kenaikan dividen tahunan menjadi 124 yen per saham dari sebelumnya 116 yen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow