Swiss Bangun Terowongan Raksasa Alpen Guna Tekan Emisi dan Polusi
Pembangunan jaringan terowongan raksasa di bawah Pegunungan Alpen oleh pemerintah Swiss tidak hanya bertujuan memangkas waktu perjalanan kereta. Langkah strategis ini dirancang guna menekan lalu lintas truk sekaligus melindungi ekosistem pegunungan dari ancaman perubahan iklim.
Upaya pengalihan moda angkutan barang dari jalan raya ke jalur rel telah dilakukan sejak dekade 1990-an. Kebijakan ini berawal dari persetujuan warga Swiss terhadap Alpine Initiative dalam referendum 1994 yang kemudian dimasukkan ke dalam konstitusi negara.
Seperti dilansir dari Detik iNET, keberadaan jaringan terowongan dasar membuat kereta barang dapat melintas di jalur yang cenderung datar. Jalur minim tanjakan ini membuat lokomotif mengonsumsi energi jauh lebih sedikit dibandingkan harus mendaki area pegunungan.
Penggunaan transportasi rel juga mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan dibandingkan truk angkutan barang untuk kapasitas muatan yang setara. Hal tersebut menjadikan moda kereta sebagai tumpuan utama sistem logistik lintas Alpen.
Salah satu infrastruktur utama yang dibangun adalah Gotthard Base Tunnel sepanjang 57 kilometer. Jalur ini tergolong sebagai salah satu terowongan rel terpanjang di dunia yang menembus bagian bawah Pegunungan Alpen.
Berdasarkan data Federal Office of Transport Swiss, sebanyak 69% angkutan barang yang melintasi Pegunungan Alpen kini berpindah ke jalur kereta. Pemerintah setempat menetapkan target lanjutan untuk menekan volume truk menjadi 650.000 kendaraan per tahun.
Kebijakan ini memberikan dampak langsung bagi warga di kawasan lembah Alpen. Lingkungan tempat tinggal menjadi lebih minim polusi udara, berkurang tingkat kebisingannya, serta memiliki risiko kecelakaan lalu lintas yang lebih rendah.
Ketahanan Transportasi Bawah Tanah
Terowongan bawah tanah terbukti memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap cuaca ekstrem seperti longsor, banjir, dan longsoran salju. Ketika jalur permukaan terganggu cuaca buruk, sistem transportasi rel bawah tanah tetap beroperasi secara stabil.
Dalam proses konstruksinya, pemerintah Swiss mengarahkan pengangkutan material galian menggunakan kereta serta mengolah limbah air bekas pengeboran. Pemulihan habitat satwa, restorasi bantaran sungai, dan pembangunan dinding batu tradisional juga dilakukan setelah proyek selesai.
Meski menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas jalur rel di negara tetangga, Swiss tetap melanjutkan strategi jangka panjang ini sebagai model investasi infrastruktur berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow