Sudaryono Pimpin BGN Usai Nanik S Deyang Mengundurkan Diri

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Penunjukan ini dilakukan untuk menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya karena masalah kesehatan.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah sorotan media internasional seperti Reuters, Nikkei Asia, dan CNA. Media asing mengulas dinamika lembaga tersebut yang sedang menghadapi pemangkasan anggaran program dari Rp 268 triliun menjadi Rp 229 triliun serta kasus hukum mantan pejabat BGN.

Usai menggelar rapat perdana di kantor BGN, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program makan bergizi gratis yang menjadi janji politik Presiden Prabowo.

"Makan Bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo. Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian terpilih jadi Presiden," kata Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Ia menambahkan bahwa fokus utama BGN saat ini adalah perbaikan tata kelola serta peningkatan kualitas gizi yang aman bagi masyarakat desa.

"Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada rakyat, ya. Sekali lagi, kami mendengarkan. Saya mendengarkan, kami mendengarkan," ujar Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Sudaryono juga membantah adanya konflik kepentingan pribadi maupun keluarga dalam penyediaan fasilitas dapur umum program tersebut.

"Enggak ada, saya tidak punya SPPG. Saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur," ucap Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Mengenai masalah operasional dan transparansi yang sempat menimpa pimpinan BGN terdahulu, Sudaryono memberikan penegasan terkait evaluasi manajemen internal.

"Kita sendiri telah menyaksikan bahwa ada pelanggaran dari sisi tata kelola yang tidak transparan," ucap Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional.

Di sisi lain, mantan Kepala BGN Nanik S. Deyang menyampaikan rasa syukurnya telah mengabdi dan mengawal pelaksanaan program tersebut.

"Empat belas tahun ikut beliau, saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang," tulis Nanik S. Deyang, Mantan Kepala BGN.

Melalui media sosial, Nanik juga mengungkapkan keengganannya untuk kembali mengurus administrasi keuangan di lembaga pemerintahan.

"Selama itu tidak melibatkan pengelolaan uang, trauma," tulis Nanik S. Deyang, Mantan Kepala BGN.

Langkah efisiensi anggaran BGN dipastikan tetap memprioritaskan keamanan pangan guna mengantisipasi insiden kesehatan pada anak-anak.

"Akan ada ... pengurangan jumlah penerima manfaat. Presiden tidak lagi menargetkan angka tertentu, namun beliau menginginkan peningkatan kualitas agar tidak ada lagi kasus keracunan makanan," tegas Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed