Stan Wawrinka Lolos Draw Utama US Open 2026
Petenis asal Swiss Stan Wawrinka dipastikan tampil di babak utama turnamen US Open 2026 di Flushing Meadows, New York, setelah menerima alokasi wildcard menyusul mundurnya wakil tuan rumah Patrick Kypson akibat cedera pada Rabu, 26 Agustus 2026. Keputusan tersebut mengubah situasi Wawrinka yang sebelumnya sempat luput dari daftar penerima wildcard untuk laga perpisahan di turnamen Grand Slam pemungkas dalam karier profesionalnya. Pengundian babak utama akan dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, sebelum laga babak pertama nomor tunggal dimulai pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Petenis berusia 41 tahun itu sebelumnya telah mengumumkan rencana pensiun pada akhir musim 2026 setelah berkarier lebih dari dua dekade di dunia tenis profesional.
Sebelum dipastikan berlaga lewat slot Kypson, Wawrinka sempat menyampaikan pesan perpisahan melalui media sosial mengenai kesannya terhadap turnamen di New York tersebut. "Saya sangat senang menerima wildcard untuk US Open 2026 dan berharap dapat kembali bertanding di hadapan para penggemar di New York," kata Stan Wawrinka, Petenis Swiss.
Petenis juara US Open 2016 itu mengenang perjalanan kariernya sejak pertama kali datang ke New York dari sebuah desa kecil di Switzerland. "Ketika saya pertama kali tiba di New York dari sebuah desa pertanian kecil di Swiss, segalanya terasa terlalu besar. Kotanya.
Kebisingannya. Energinya. Penontonnya.
Lampu-lampunya," ujar Wawrinka.
Ia menambahkan bahwa atmosfer pertarungan di New York membentuk daya juangnya selama bertahun-tahun bertanding di turnamen Grand Slam. "Namun, dari tahun ke tahun, New York perlahan menjadi salah satu tempat favorit saya di dunia. Kota ini menantang saya.
Kota ini mendorong saya. Kota ini mengeluarkan sesuatu dari dalam diri saya yang jarang bisa dilakukan oleh tempat lain," kata Wawrinka. Mantan petenis peringkat tiga dunia tersebut mencatatkan rekor kemenangan 46-16 selama tampil di babak utama US Open.
"Saya mengalami beberapa emosi terkuat dalam karier saya di sini. Pertempuran, larut malam, suasana yang luar biasa, cinta dari para penonton... kenangan yang akan terus bersama saya selamanya," kata Wawrinka.
Gelar juara US Open 2016 didapatkannya usai mengalahkan Novak Djokovic di babak final, melengkapi koleksi Grand Slam setelah Australian Open 2014 dan French Open 2015. "Memenangkan US Open, di kota yang tidak pernah tidur, akan selamanya menjadi salah satu momen terbesar dalam hidup saya," ujar Wawrinka. Mantan juara US Open Andy Roddick sempat melayangkan kritik atas keputusan awal United States Tennis Association yang tidak memberikan wildcard kepada Wawrinka.
Roddick menilai komitmen Wawrinka yang tetap bertanding di level Challenger pada akhir kariernya layak mendapatkan apresiasi dari pihak penyelenggara.
"Gael Monfils, kita bicara tentang tempat Anda dilahirkan, pada dasarnya itulah pembicaraannya, dan apakah Anda memiliki sesuatu yang bernilai untuk ditawarkan kepada tenis Amerika Serikat?" kata Andy Roddick, Mantan Petenis AS. Roddick menjelaskan perbedaan jalur wildcard antara Monfils dan Wawrinka yang dipengaruhi oleh kerja sama timbal balik antar-federasi tenis.
"Saya kecewa dengan keputusan untuk [Stan] Wawrinka, bukan hanya karena dia seorang juara besar, calon hall of famer putaran pertama, bukan hal-hal itu, tetapi Stan telah menjalani perpisahan sebagaimana yang Anda inginkan dari seseorang yang menjalani perpisahannya," kata Roddick. Ia menekankan bahwa performa dan penghormatan Wawrinka terhadap olahraga tenis seharusnya menjadi pertimbangan utama.
"Hormat pada permainan, melakukannya dengan cara yang benar, berjuang dan tidak memiliki ego untuk bermain di turnamen Challenger... Berada di batas pemotongan, Anda berharap tindakan seperti itu akan dihargai. Hal tersebut tidak terjadi dalam kasus ini.
Apa lagi yang bisa dilakukan Stan Wawrinka?" ujar Roddick. Pengamat tenis Jon Wertheim menilai perlunya kejelasan regulasi mengenai penentuan alokasi wildcard pada turnamen-turnamen mayor. "Saya pikir mungkin satu hal yang muncul dari ini, kita hanya butuh batasan dan panduan [untuk wildcard]," kata Jon Wertheim, Pengamat Tenis.
Mantan pelatih Wawrinka, Magnus Norman, menyebutkan bahwa keunggulan anak asuhnya terletak pada kekuatan pukulan di momen-momen krusial.
"Di masa jayanya, jika Stan sedang berada di hari yang baik, tidak ada seorang pun yang aman," kata Magnus Norman, Pelatih Tenis. Sementara itu pada nomor ganda campuran, pasangan Belinda Bencic dan Flavio Cobolli melangkah ke babak final usai menghentikan langkah pasangan suami-istri Elina Svitolina dan Gael Monfils dengan skor 4-5 (7), 4-1, 10-5. Di babak final, Bencic dan Cobolli berhadapan dengan pemenang dari laga semifinal lainnya yang mempertemukan pasangan Karolina Muchova/Jakub Mensik melawan Mirra Andreeva/Andrey Rublev untuk memperebutkan total hadiah sebesar 1 juta dolar AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow