Spanyol Singkirkan Prancis dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Spanyol berhasil melaju ke babak final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Prancis di babak semifinal pada Selasa, 14 Juli 2026, di Arlington, Texas.

Kemenangan kolektif Spanyol tersebut sekaligus mengubur impian Kylian Mbappe untuk membawa Prancis meraih gelar juara dunia ketiga secara berturut-turut.

Prancis sebenarnya memasuki pertandingan ini sebagai tim yang lebih diunggulkan, namun dominasi kerja sama tim Spanyol berhasil menghentikan langkah mereka.

Kylian Mbappe yang kini berusia 27 tahun tetap menjadi sosok sentral bagi Prancis dan digadang-gadang akan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.

Seorang pendukung asal Normandia yang kini tinggal di California memberikan pandangannya mengenai potensi besar yang dimiliki oleh kapten Prancis tersebut.

"If France win the World Cup this year, I think he'll be the greatest player ever for the World Cup," ujar Hugo Naulot.

Naulot menambahkan bahwa Mbappe memiliki peluang besar untuk mencatatkan diri sebagai pemain terbaik di turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.

"So I think he has the chance to become the best World Cup player ever this summer." kata Hugo Naulot.

Ia juga menyoroti pencapaian Mbappe yang dinilai luar biasa bagi negaranya meskipun usianya masih tergolong muda untuk ukuran pemain berpengalaman.

"And he's only 27. He's up there. He's won a World Cup and been a vice champion. If you're talking performance for his country, he's probably the best of all-time." tutur Hugo Naulot.

Pendukung Prancis lainnya yang berasal dari Arizona juga meyakini bahwa Mbappe sangat dekat untuk memecahkan rekor gol sepanjang masa turnamen ini.

"Absolutely," kata Nicholas Theodorowicz.

Menurut Theodorowicz, jika Mbappe berhasil memenangkan laga ini, gelar pemain terbaik dunia tersebut sudah berada di genggamannya.

"He's so close to breaking the all-time goal record and if he wins this, he's already got it." ujar Nicholas Theodorowicz.

Meskipun Mbappe mencetak delapan gol dalam perjalanan ke semifinal, musim ini ia harus melihat rekan senegaranya, Ousmane Dembele, memenangkan Ballon d'Or dan gelar La Liga terlebih dahulu.

Di kubu lawan, pemain muda Spanyol Lamine Yamal yang baru menginjak usia 19 tahun pada hari Senin, tampil gemilang dengan memenangkan penalti setelah dilanggar oleh Lucas Digne.

Spanyol kini hanya terpaut satu kemenangan lagi untuk mengulang kejayaan historis mereka dengan menyandingkan trofi Euro dan Piala Dunia secara beruntun.

Seorang pendukung asal Rioja membandingkan skuad Spanyol saat ini dengan generasi emas Spanyol yang mendominasi dunia sepak bola sekitar 16 tahun lalu.

"It's not like 16 years ago," kata Alvaro Reynoso.

Reynoso menilai bahwa meskipun secara individu berbeda, tim Spanyol saat ini memiliki kekuatan kolektif yang sangat baik dan tahu cara bersaing di level tertinggi.

"The team is very good and improving, playing better and better. [But] they are not comparable. That team individually was strong but this team collectively is. They know how to compete.

They've won EURO and the Nations League. They will compete." kata Alvaro Reynoso.

Ketika ditanya mengenai pemain yang paling menonjol dalam permainan kolektif Spanyol tersebut, rekan Reynoso langsung menyebut satu nama.

"Oh, Yamal! Lamine, Lamine, for sure, Lamine. Lamine," ujar Pablo Varona.

Varona mengungkapkan kekagumannya pada Yamal yang telah memenangkan EURO dan meraih posisi kedua dalam perebutan Ballon d'Or di usia yang sangat muda.

"He's barely 19 years old. Won the EURO, second in the Ballon d'Or. He is one [of one]." kata Pablo Varona.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed