Spanyol Hadapi Argentina di Final Piala Dunia 2026
Tim nasional Spanyol dan juara bertahan Argentina akan bertanding dalam babak final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Laga perebutan trofi bergengsi ini mempertemukan dua tim terkuat yang belum terkalahkan sepanjang turnamen.
Dilansir dari Antaranews, Spanyol melaju ke final setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal, sementara Argentina mengandaskan perlawanan Inggris lewat kemenangan tipis 2-1. Sepanjang sejarah, kedua tim telah bertemu sebanyak 14 kali dengan catatan seimbang, di mana masing-masing mencatatkan enam kemenangan.
Mantan bek tim nasional Spanyol, Gerard Piqué, memberikan pandangannya mengenai peluang megabintang Argentina, Lionel Messi, dalam laga krusial ini kepada ESPN.
"Ini akan menjadi kisah yang luar biasa jika Messi berhasil memenangkan Piala Dunia dua kali berturut-turut, di saat orang-orang tidak mengira hal itu akan terjadi, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi." ujar Gerard Piqué, Mantan Bek Spanyol.
Piqué juga mengenang kesuksesan masa lalunya bersama skuad La Roja saat berhasil merengkuh trofi tertinggi sepak bola dunia.
“Di Spanyol, kami sudah pernah memenangkannya pada tahun 2010, dan itu merupakan salah satu pengalaman terindah dalam karier saya; jika kami bisa memenangkannya lagi, itu akan menjadi hal yang sangat luar biasa.” kata Gerard Piqué, Mantan Bek Spanyol.
Terkait strategi meredam pergerakan mantan rekan setimnya di Barcelona tersebut, Piqué menilai pengawasan khusus tidak akan sepenuhnya menghentikan sang pemain.
“Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah, dan tidak masalah apakah Anda menempatkan satu, dua, atau tiga pemain untuk mengawasinya, karena ia akan mencari cara untuk memberikan keunggulan bagi timnya, baik melalui gol, umpan kunci, maupun dengan membiarkan rekan setimnya bebas.” tutur Gerard Piqué, Mantan Bek Spanyol.
Ia menyarankan agar armada Luis de la Fuente tetap mempertahankan filosofi permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka.
“Saya rasa timnas Spanyol harus bermain dengan gayanya sendiri, dan tetap setia pada gaya yang telah membawanya sampai di sini, yaitu tekanan tinggi, penguasaan bola, dan mengendalikan jalannya pertandingan.” ucap Gerard Piqué, Mantan Bek Spanyol.
Menurutnya, penguasaan bola yang dominan akan menjauhkan ancaman dari lini pertahanan Spanyol.
“Jika itu terjadi, Argentina akan mengalami kesulitan lebih besar dalam mempertahankan bola, dan jika Leo tidak berada di dekat kotak penalti, mungkin Spanyol akan memiliki keunggulan yang sedikit lebih besar.” jelas Gerard Piqué, Mantan Bek Spanyol.
Piqué kemudian menyoroti kesalahan taktis tim nasional Inggris saat menghadapi Argentina di fase gugur sebagai pelajaran berharga.
“Inggris adalah contoh yang bagus. Dalam 55 atau 60 menit pertama, mereka mencetak gol pertama dan menguasai lapangan, sebelum akhirnya mundur ke belakang, dan saya rasa itu adalah kesalahan yang jelas.” ungkap Gerard Piqué, Mantan Bek Spanyol.
Ia meyakini Spanyol tidak akan mengulangi kesalahan serupa dengan bermain bertahan.
"Timnas Spanyol tidak akan melakukan hal itu, karena mereka memiliki gaya bermain yang jelas, dan harus menjalani pertandingan dengan cara yang mereka kuasai." kata Gerard Piqué, Mantan Bek Spanyol.
Sementara itu, kapten tim nasional Spanyol, Rodri Hernández, juga menghadapi spekulasi mengenai masa depannya di level klub bersama Manchester City di tengah bergulirnya final, seperti dilansir dari Publika.id.
"Como dije antes del Mundial, solo estoy pensando en esto. Yo todavía tengo en mi contrato en mi club" ujar Rodri Hernández, Kapten Spanyol.
Gelandang berusia 30 tahun tersebut menegaskan tidak ingin fokusnya terpecah oleh urusan transfer sebelum laga final selesai.
"Será un tema yang quiera zanjar cuando acabe porque sinceramente ahora no pienso para nada en eso. Bastante importante es el reto que tenemos como para andar pensando en eso" tutur Rodri Hernández, Kapten Spanyol.
Rodri menambahkan bahwa performa di atas lapangan hijau yang akan memandu langkah karier selanjutnya.
"Lo único que puedo sacar de conclusión es que subir el nivel me ayudará a tomar una decisión" ucap Rodri Hernández, Kapten Spanyol.
Ia pun mengaku menyadari dinamika pembicaraan media yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah klub besar Eropa.
"Entiendo el ruido" kata Rodri Hernández, Kapten Spanyol.
Untuk memimpin pertandingan krusial ini, FIFA telah menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, yang mengaku sangat terkejut sekaligus bangga atas mandat tersebut, sebagaimana dilaporkan Tempo.co.
"So, first of all, a shock. Then happiness. I was shaking, so it’s an incredible honour to get the (FIFA) World Cup final," ujar Slavko Vincic, Wasit Utama.
Vincic menegaskan bahwa kesuksesan mengawal laga final ini tidak lepas dari peran para asistennya yang setia mendampingi.
"So, refereeing is all about teamwork. So, without them, without Toma and Andra, this is not possible," kata Slavko Vincic, Wasit Utama.
Ia menutup pernyataannya dengan apresiasi tinggi kepada tim ofisial yang mendampinginya dalam turnamen akbar ini.
"We are really good friends, a good team, and thanks to them," pungkas Slavko Vincic, Wasit Utama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow