Soekarno-Hatta Tembus Enam Besar Bandara Kuliner Transit Terbaik Dunia
Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menembus posisi enam besar dunia sebagai bandara dengan fasilitas tempat makan transit terbaik. Capaian ini dilansir dari Investor Daily berdasarkan pemeringkatan Best Airports for Layover Food yang dirilis oleh Airport Parking dan Hotels (APH).
Studi APH mencatat terdapat 133 restoran dan kafe yang beroperasi di seluruh terminal Bandara Soekarno-Hatta. Fasilitas kuliner tersebut dinilai memberikan beragam pilihan untuk menunjang kenyamanan para penumpang selama masa transit.
Posisi teratas daftar ini ditempati oleh Bandara Internasional Changi di Singapura yang menyediakan 247 tempat makan. Peringkat kedua diisi O’Hare International Airport Chicago dengan 210 pilihan, disusul Tokyo Haneda Airport di urutan ketiga dengan 173 pilihan.
Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport berada di urutan keempat dengan 165 restoran dan kafe. Posisi kelima diisi LaGuardia Airport New York yang memiliki 142 opsi kuliner.
Pencapaian Bandara Soekarno-Hatta dengan 133 tempat makan berhasil mengungguli Ninoy Aquino International Airport Manila yang mengantongi 131 pilihan. Di bawahnya, terdapat John F. Kennedy International Airport New York dengan 129 pilihan, Shanghai Pudong International Airport dengan 126 pilihan, serta Istanbul Airport dengan 118 pilihan.
| Peringkat | Nama Bandara | Lokasi | Jumlah Tempat Makan |
|---|---|---|---|
| 1 | Bandara Internasional Changi | Singapura | 247 |
| 2 | O’Hare International Airport | Chicago, AS | 210 |
| 3 | Tokyo Haneda Airport | Tokyo, Jepang | 173 |
| 4 | Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport | Atlanta, AS | 165 |
| 5 | LaGuardia Airport | New York, AS | 142 |
| 6 | Bandara Internasional Soekarno-Hatta | Tangerang, Indonesia | 133 |
| 7 | Ninoy Aquino International Airport | Manila, Filipina | 131 |
| 8 | John F. Kennedy International Airport | New York, AS | 129 |
| 9 | Shanghai Pudong International Airport | Shanghai, Tiongkok | 126 |
| 10 | Istanbul Airport | Istanbul, Turki | 118 |
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa prestasi ini mencerminkan pesatnya pertumbuhan aktivitas komersial di kawasan bandara demi memenuhi kebutuhan pengguna jasa.
"Pencapaian ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran 133 restoran dan kafe di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa bandara terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan penumpang yang memberikan pilihan dan kenyamanan selama berada di bandara," ujar Heru Karyadi dalam keterangannya pada Senin (31/8/2026).
Menurut Heru Karyadi, keberagaman menu makanan menjadi poin krusial di tengah tingginya pergerakan penumpang. Pihaknya terus memacu ekspansif kawasan komersial guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.
Pengembangan aspek non-aeronautika kini menjadi fokus utama pengelola bandara. Langkah tersebut dilakukan lewat penataan keindahan bandara, perluasan area komersial, serta penambahan rute penerbangan internasional secara berkelanjutan.
"Pertumbuhan bisnis non-aeronautika berjalan beriringan dengan upaya kami meningkatkan kualitas pengalaman penumpang. Beautifikasi, pengembangan area komersial, dan bertambahnya konektivitas internasional akan terus kami dorong sehingga Soekarno-Hatta memiliki ekosistem bandara yang semakin lengkap," kata Heru Karyadi.
Penguatan fasilitas pendukung dinilai vital seiring ambisi Soekarno-Hatta memperkokoh posisinya sebagai hub penerbangan utama di kawasan Asia Tenggara. Peningkatan konektivitas udara secara langsung memicu kenaikan permintaan terhadap penyediaan tempat makan dan ruang komersial.
Dalam menyusun laporan ini, APH mengevaluasi 50 bandara tersibuk di dunia menggunakan 12 indikator kenyamanan transit. Parameter tersebut meliputi jumlah dan rating restoran, rentang harga makanan, ketersediaan fasilitas mandi, sleeping pods, akses Wi-Fi, ATM, jumlah dan tarif lounge, jumlah penerbangan harian, hingga penilaian Google Reviews.
Setiap indikator dihitung dengan bobot seimbang untuk menentukan skor akhir Layover Score. Hasil pemeringkatan ini menjadi pijakan bagi manajemen Bandara Soekarno-Hatta untuk terus membenahi kualitas layanan secara konsisten.
"Kami tidak ingin berhenti pada capaian ini. Yang terpenting adalah bagaimana setiap pengembangan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi penumpang. Kami akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas, area komersial maupun pelayanan, agar pengalaman perjalanan di Soekarno-Hatta semakin nyaman dan berkesan," tutur Heru Karyadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow