Sebanyak 65 Siswa Papua Tiba di Priok untuk Lanjut Sekolah

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 65 pelajar dari wilayah pedalaman Papua tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026) pukul 05.30 WIB. Rombongan ini menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Kedatangan puluhan siswa tersebut merupakan bagian dari program pendidikan berkelanjutan Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP). Lembaga ini memfasilitasi akses pendidikan bagi anak-anak dari daerah terpencil Papua, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Saat ini layanan pendidikan YPHP telah menjangkau lebih dari 1.500 siswa di berbagai area pedalaman seperti Mamit, Daboto, Karubaga, Nalca, Korupun, Danowage, Tumdungbon, Mokndoma, Saman, dan Holuwon. Terbatasnya fasilitas pendidikan lanjutan di daerah membuat para siswa diarahkan ke SLH Gunung Moria di Tangerang untuk menempuh jenjang SMP dan SMA berasrama.

Para siswa yang bertolak dari Jayapura sejak 4 Agustus 2026 tersebut terdiri atas jenjang kelas 7 hingga kelas 10. Rinciannya meliputi 19 siswa dari Nalca, 22 siswa dari Korupun, 6 siswa dari Danowage, 1 siswa dari Daboto, 12 siswa dari Mokndoma, 2 siswa dari Waisai, 1 siswa dari Sentani, serta 2 siswa dari Tarup. Perjalanan laut ini mendapat pengawalan dari 32 pendamping yang terdiri atas rohaniawan, guru, dokter, perawat, dan tenaga medis.

Program penyeberangan ini didukung oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI untuk moda transportasi laut dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PELINDO yang memfasilitasi penyambutan di kedatangan.

"Bagi kami, perjalanan ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pelayaran antarpulau. Kami bersyukur dapat mengambil bagian dalam membuka jalan bagi anak-anak Papua untuk melanjutkan pendidikan dan memperluas masa depan mereka," ujar Direktur PELNI.

Perwakilan PELINDO juga menambahkan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pintu gerbang menuju jenjang pendidikan berikutnya bagi para siswa tersebut.

Kedatangan rombongan siswa Papua di Jakarta turut disambut oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk bersama jajaran pimpinan PELNI, PELINDO, dan YPHP.

"Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, BUMN, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan semakin banyak anak Papua mendapatkan kesempatan tersebut," kata Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri.

Program yang dijalankan YPHP tidak bertujuan memindahkan para siswa secara permanen dari daerah asalnya, melainkan membekali mereka agar kelak dapat kembali membangun Papua. Pada periode 2025 dan 2026, lulusan SLH Gunung Moria tercatat telah melanjutkan studi ke Universitas Pelita Harapan untuk disiapkan menjadi tenaga pendidik dan tenaga medis di wilayah asal mereka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed