Sirkuit Zandvoort Gelar Balapan Terakhir F1 GP Belanda 2026
Sirkuit Zandvoort resmi menggelar putaran ke-12 Formula 1 musim 2026 pada 21 hingga 23 Agustus 2026 yang menjadi ajang perpisahan setelah dipastikan keluar dari kalender kejuaraan. Seri ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya menghadirkan format Sprint Race di lintasan pesisir pantai tersebut.
Ajang GP Belanda 2026 menandai balapan ke-36 di Zandvoort sejak debutnya pada 1952. Pengelola sirkuit mengonfirmasi bahwa tiket untuk sesi utama hari Sabtu dan Minggu telah habis terjual, sementara sisa tiket sesi latihan hari Jumat dipasarkan mulai dari €80 hingga €474 untuk tiket terusan tiga hari.
Persaingan musim ini berlangsung ketat di mana Kimi Antonelli memimpin klasemen pembalap, sementara tim Mercedes membidik kemenangan perdana mereka di Zandvoort pada era modern. Balapan ini juga diwarnai pergeseran susunan pembalap, di mana Yuki Tsunoda kembali membalap untuk Racing Bulls menggantikan Liam Lawson yang mengisi posisi Isack Hadjar di Red Bull akibat cedera pergelangan tangan.
Keputusan penghentian balapan di Zandvoort memicu respons dari para pembalap utama. Juara dunia bertahan asal Belanda, Max Verstappen, menyampaikan salam perpisahan untuk balapan di kandangnya sendiri.
"Ya, tentu saja, kita sudah mengetahui hal ini sejak beberapa waktu lalu. Ini adalah grand prix rumah saya, jadi tentu saja saya akan sangat menikmatinya. Saya berharap, dari segi mengemudi!" kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen yang baru saja memperpanjang kontraknya bersama Red Bull hingga akhir 2030 menyoroti perjalanan panjang sirkuit tersebut dalam menyelenggarakan Formula 1.
"Mudah-mudahan sedikit lebih baik daripada yang saya lakukan di Hungaria, setidaknya. Tapi, ya, akan sangat menyenangkan melihat para penggemar. Oke, kita tidak akan memiliki Grand Prix Formula 1 di sana, tetapi ada banyak seri lain yang masih membalap di sana, dan jika Anda ingin mengadakan track day, treknya tidak akan hilang," ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia mengapresiasi usaha keras penyelenggara lokal yang berhasil membawa kembali balapan F1 ke Belanda sejak 2021 setelah absen selama 36 tahun.
"Jadi, bagi saya, saya masih akan bersenang-senang mengemudi di sana, hanya saja bukan di Formula 1, tapi tidak apa-apa. Maksud saya, saya hanya ingin menikmatinya bersama para penggemar. Sangat mengesankan apa yang telah mereka lakukan untuk membawanya kembali, dan saya pikir, pada saat mereka menyelenggarakan yang pertama, itu adalah contoh yang bagus bagi banyak grand prix lainnya tentang cara menyelenggarakan dan menghibur," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen menegaskan bahwa kenangannya di lintasan sepanjang 4,259 kilometer tersebut tidak akan berhenti meskipun Formula 1 tidak lagi menggelar balapan di sana.
"Jadi, ya, sangat disayangkan, tetapi di sisi lain, treknya masih ada dan saya yakin saya akan melakukan lebih banyak putaran di sana. Jadi, ya begitulah adanya," tutur Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Mengenai regulasi teknis kejuaraan yang terus berkembang, Verstappen membagikan pandangannya terkait masa depannya di ajang balap jet darat ini.
"Aturan-aturan tersebut perlahan-lahan menjadi sedikit lebih baik dan saya bersedia untuk hidup dengannya," kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia menambahkan harapan terkait perubahan regulasi mesin di masa depan yang menjadi pertimbangannya menetap di F1.
"Dan mudah-mudahan, pada tahun 2030 hal itu membuka kesempatan lain, berpotensi dengan hadirnya mesin V8, untuk melihatnya kembali," ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Di sisi lain, Fernando Alonso mengomentari ketidakpastian masa depannya bersama Aston Martin menjelang diskusi dengan pemilik tim Lawrence Stroll dan Adrian Newey.
"Duduk bersama Lawrence dan Adrian, jika kebutuhan tim adalah agar saya mengemudi, saya akan mempertimbangkannya," kata Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Alonso menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran berbeda di dalam tim jika dibutuhkan.
"Saya akan senang jika saya bisa lebih berharga di posisi lain, saya akan mempertimbangkan dan saya akan senang juga," ujar Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Ia menekankan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada kebutuhan strategis tim Aston Martin untuk musim mendatang.
"Saya pikir ini lebih merupakan kebutuhan tim, daripada diri saya sendiri," tutur Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Pembalap veteran asal Spanyol tersebut menegaskan kondisi fisik dan motivasinya saat ini masih sangat siap untuk berkompetisi.
"Saya senang berada di sini, saya di sini untuk membantu Aston juga. Saya merasa cepat, saya merasa termotivasi. Mari kita lihat apa yang terjadi," kata Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Dari kubu Cadillac, Kepala Tim Marcin Budkowski membeberkan masalah teknis yang dialami timnya terkait sistem pengereman mobil.
"Ada beberapa kesalahan yang dibuat dalam hal desain dan material yang akan diatasi," kata Marcin Budkowski, Kepala Tim Cadillac.
Budkowski menjelaskan bahwa kendala tersebut disebabkan oleh berbagai faktor yang saling terikat.
"Ini adalah rantai kejadian yang tidak beruntung karena kegagalan rem - saya tidak ingin masuk ke detailnya, tetapi itu bukan sumber kegagalan tunggal, ada efek berantai dari berbagai hal yang berbeda," ujar Marcin Budkowski, Kepala Tim Cadillac.
Ia menambahkan bahwa perbaikan satu sektor sering kali memicu kendala baru di bagian lain dari komponen pengereman.
"Ini adalah salah satu situasi di mana ketika Anda memperbaiki satu hal, hal lain menjadi salah dan Anda belajar saat melakukannya," tutur Marcin Budkowski, Kepala Tim Cadillac.
Sementara itu, Yuki Tsunoda menyatakan kesiapannya menjalani balapan perdana setelah dipanggil mendadak oleh Racing Bulls.
"Secara fisik dan dalam pikiran saya, saya pikir ini cukup tajam," kata Yuki Tsunoda, Pembalap Racing Bulls.
Tsunoda mengungkapkan persiapan fisiknya yang intensif selama tidak bertanding di lintasan utama.
"Saya berlatih hampir setiap hari untuk waktu yang lama. Saya punya banyak waktu untuk berlatih karena saya tidak punya hal lain untuk dilakukan selain itu," ujar Yuki Tsunoda, Pembalap Racing Bulls.
Ia menyinggung program pengujian yang dijalaninya sebagai modal penting untuk menghadapi balapan pekan ini.
"Juga, saya telah melakukan empat TPC dan dalam program itu saya melakukan lima jarak balapan. Merasa tajam. Saya memiliki pengalaman yang baik dan lap yang bagus dalam TPC tersebut. Yang perlu saya lakukan hanyalah membiasakan diri dengan mobil ini," kata Yuki Tsunoda, Pembalap Racing Bulls.
Dari sisi manajemen tim, Toto Wolff menegaskan ambisi Mercedes untuk memecahkan rekor buruk mereka di GP Belanda.
"Zandvoort menghadirkan tantangan unik sejak kembali masuk dalam kalender balap," kata Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes.
Wolff memuji atmosfer penonton dan karakter Sirkuit Zandvoort yang dinilai sangat menantang bagi para pembalap.
"Sirkuit ini sulit untuk ditaklukkan, para penggemar menciptakan atmosfer yang luar biasa, dan balapan ini menjadi ajang yang dinanti-nantikan oleh tim maupun pembalap. Kami sudah beberapa kali nyaris menang, namun belum pernah berhasil meraih kemenangan di sana pada era modern," ujar Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes.
Ia menegaskan target utama timnya pada balapan penutup di sirkuit tersebut.
"Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk mengubah catatan tersebut, dan itu adalah tantangan yang ingin kami taklukkan," tutur Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes.
Mengenai persaingan kejuaraan konstruktor dan pembalap yang semakin ketat, Wolff mengakui penurunan margin keunggulan timnya.
"Kami telah kehilangan potensi perolehan poin," kata Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes.
Wolff menambahkan bahwa tim pesaing telah berhasil memangkas jarak performa mobil secara signifikan.
"Para pesaing kami telah memangkas selisih performa, dan kami tahu bahwa paruh kedua musim ini akan menuntut lebih banyak dari kami dibandingkan paruh pertama. Gelar juara akan ditentukan oleh eksekusi serta laju pengembangan yang mampu kami terapkan pada mobil dalam 12 balapan mendatang," ujar Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes.
Ia menutup keterangannya dengan optimistis terkait rencana pengembangan mobil Mercedes untuk sisa musim ini.
"Meskipun jadwal peningkatan performa kami sedikit tertinggal dibandingkan para pesaing, kami masih memiliki potensi performa yang bisa digali serta rencana pengembangan yang jelas untuk mewujudkannya," kata Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes.
| Pembalap | Asal Negara | Jumlah Kemenangan | Tahun Kemenangan | Tim |
|---|---|---|---|---|
| Jim Clark | Inggris | 4 | 1963, 1965, 1966, 1967 | Lotus |
| Jackie Stewart | Inggris | 3 | 1968, 1969, 1973 | Matra, Tyrrell |
| Niki Lauda | Austria | 3 | 1974, 1977, 1985 | Ferrari, McLaren |
| Max Verstappen | Belanda | 3 | 2021, 2022, 2023 | Red Bull Racing |
Sesi kualifikasi Sprint GP Belanda dijadwalkan berlangsung pada Jumat pukul 21.30 WIB, dilanjutkan Sprint Race pada Sabtu pukul 17.00 WIB, Kualifikasi utama Sabtu pukul 21.00 WIB, serta balapan utama pada Minggu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow