Singapore Airlines Hadapi Kerugian Triwulan Pertama Meski Pendapatan Rekor

Smallest Font
Largest Font

Singapore Airlines mencatatkan kerugian bersih pertamanya sejak pandemi sebesar 75,8 juta dolar Singapura pada triwulan pertama tahun fiskal 2027 yang berakhir Juni 2026. Kerugian terjadi akibat melonjaknya harga bahan bakar jet dan kerugian dari Air India, meskipun maskapai berhasil membukukan rekor pendapatan.

Pendapatan maskapai penerbangan asal Singapura tersebut meningkat 19,3 persen menjadi 5,7 miliar dolar Singapura, dengan pendapatan penumpang naik 18,6 persen menjadi 4,58 miliar dolar Singapura. Namun, pengeluaran melonjak 27,9 persen menjadi 5,6 miliar dolar Singapura, yang dipicu oleh kenaikan biaya bahan bakar bersih sebesar 78,5 persen hingga mencapai 2,25 miliar dolar Singapura.

Selain beban operasional, maskapai ini menanggung lonjakan kerugian dari saham sebesar 25,1 persen di Air India. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa saham di Air India tetap menjadi pilar utama strategi multi-hub mereka. Kemitraan komersial kedua maskapai diperdalam melalui perluasan konektivitas jaringan dan perjanjian rute bersama sepanjang tahun ini.

Di tengah tekanan keuangan, Singapore Airlines dinobatkan sebagai pemberi kerja paling menarik di Singapura tahun 2026 versi riset Randstad pada 31 Juli 2026. Penilaian dari 2.500 responden ini didasarkan pada reputasi, kepemimpinan, serta penggunaan teknologi dan inovasi maskapai.

Perusahaan memamerkan program investasi senilai 1,1 miliar dolar AS untuk memperbarui produk kabin jarak jauh pada armada Airbus A350-900. Maskapai ini juga berencana memperluas layanan Wi-Fi Starlink berbasis satelit pada armada A350-900 dan A380 secara bertahap mulai tahun 2027.

Singapore Airlines juga memperluas ekosistem loyalitas KrisFlyer dengan meluncurkan platform e-commerce KrisShop secara resmi di Australia pada akhir Juli 2026. Langkah ini menjadi ekspansi internasional pertama bagi layanan KrisShop di luar pasar Singapura.

"Pelanggan Australia kami adalah inti dari peluncuran ini, karena Australia merupakan pasar yang sangat penting bagi KrisShop," kata Rachel Tan, CEO KrisShop.

Peluncuran pasar lokal Australia bertujuan mempermudah dan mempercepat belanja bagi anggota KrisFlyer melalui penyediaan pengiriman domestik serta opsi pembayaran fleksibel menggunakan uang tunai maupun mil.

"Ini adalah tentang membuat belanja menjadi lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih menguntungkan bagi anggota KrisFlyer di sini," kata Rachel Tan, CEO KrisShop.

Pihak penyedia platform e-commerce juga menilai langkah ekspansi ini sebagai strategi penting untuk memperkuat keterlibatan pelanggan maskapai di kawasan Asia-Pasifik.

"Dengan Mirakl, KrisShop dapat memperluas penawaran terkurasi, melokalkan pengalaman pelanggan, dan menciptakan lebih banyak peluang bagi anggota KrisFlyer untuk mendapatkan dan menukarkan hadiah dalam kehidupan sehari-hari mereka," kata Tzipi Avioz, CEO Asia Pasifik dan Jepang di Mirakl.

Mitra teknologi tersebut menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem hadiah bagi para pelanggan di Australia.

"Kami senang dapat mendukung KrisShop saat mereka memperluas skala dan memperdalam keterlibatan dengan pelanggan di Australia," kata Tzipi Avioz, CEO Asia Pasifik dan Jepang di Mirakl.

Berdasarkan analisis riset OCBC Group Research per 31 Juli 2026, saham Singapore Airlines (SIA SP) berada pada rekomendasi HOLD dengan target harga 6,95 dolar Singapura. Analis menilai neraca keuangan maskapai tetap kuat dan didukung strategi lindung nilai (hedging) yang efektif di tengah dinamika harga bahan bakar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed