Shelbourne Bersiap Hadapi Ajax dalam Lanjutan Kualifikasi Conference League

Smallest Font
Largest Font

Klub asal Irlandia Shelbourne bersiap menjamu raksasa Belanda Ajax pada laga leg kedua kualifikasi Conference League di Stadion Tolka Park, Dublin pada Kamis (13/8/2026) malam waktu setempat.

Tim asuhan John Russell tersebut harus mengejar defisit dua gol setelah menelan kekalahan 1-3 dari Ajax pada laga leg pertama di Stadion Johan Cruyff Arena pekan lalu.

Pelatih Shelbourne John Russell merujuk pada kebangkitan bersejarah Manchester United pada tahun 1999 sebagai sumber inspirasi bagi timnya untuk membalikkan keadaan dalam laga penentuan ini.

Hanya sekitar delapan persen dari total 51.871 penonton yang memenuhi markas Ajax pekan lalu yang diizinkan hadir langsung memenuhi tribun Tolka Park.

Secara statistik, Ajax mencatatkan keunggulan dominan dengan memenangi seluruh tiga laga kualifikasi Conference League musim ini dan tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan kompetitif terakhirnya.

Sebaliknya, Shelbourne menelan kekalahan dalam empat laga terakhir serta kebobolan beberapa gol dalam lima dari enam pertandingan terakhir mereka di kompetisi Eropa.

Shelbourne diperkirakan tampil tanpa penyerang Ademipo Odubeko yang mengalami cedera knock, sementara Daniel Kelly diprediksi tetap mengisi lini depan bersama Evan Caffrey.

Di sisi lain, tim tamu Ajax berpotensi tidak diperkuat Rayane Bounida, Josip Sutalo, Ko Itakura, dan Ahmetcan Kaplan akibat masalah cedera.

Mantan kapten Dundalk Joey Malone mengenang momen saat menghadapi Ajax yang kala itu diperkuat Johan Cruyff dan Frank Rijkaard pada tahun 1987 di Irlandia.

"Kami menghadapi 11 pemain internasional penuh," kata Joey Malone, mantan kapten Dundalk.

Malone mengungkapkan bahwa timnya saat itu lebih banyak bertahan melawan deretan pemain bintang Belanda yang kemudian menjuarai Piala Eropa.

"Kami murni bertahan sebagian besar waktu, dan ketika Anda melihat kualitas para pemain seperti Rijkaard, Arnold Muhren, Danny Blind, Jan Wouters, Van’t Schip, Brian Roy dan Dennis Bergkamp hanya menjadi pemain cadangan!" kata Joey Malone, mantan kapten Dundalk.

Suasana di De Meer Stadium memberi kesan mendalam bagi Malone saat pertama kali melihat bentangan bendera suporter di seluruh tribun.

"Saya berpikir, 'Itu luar biasa'. Itu menambah atmosfer pertandingan karena bahkan di Liga Irlandia, kami mendapatkan penonton yang cukup baik, tetapi tidak sejajar dengan tingkat apa yang kami hadapi di sana," kata Joey Malone, mantan kapten Dundalk.

Klub Dundalk yang diperkuat pemain paruh waktu mampu menahan imbang Ajax tanpa gol pada babak pertama sebelum akhirnya kebobolan empat gol di babak kedua.

"Jika Anda berjalan membawa bola dan menaruhnya di sudut, itu tidak bisa lebih baik dari kejadian aslinya. Itu sungguh tidak nyata," kata Joey Malone, mantan kapten Dundalk.

Memasuki leg kedua di kandang sendiri, timnya tetap berupaya tampil rapat di lini belakang untuk meraih hasil positif.

"Pemikiran kami adalah, mari kita lihat apakah kita bisa mendapatkan sesuatu dari pertandingan ini. Bisakah kita memenangkannya, atau bisakah kita mengimbangi permainan? Jadi kami berharap mendapatkan kemenangan, kami selalu berusaha menjaga pertahanan tetap rapat dan mencoba mendapatkan peluang," kata Joey Malone, mantan kapten Dundalk.

Namun laga tersebut diwarnai gol bunuh diri Paul Newe dari jarak jauh yang mengejutkan kiper Alan O'Neill sebelum Ajax mengunci kemenangan 2-0.

"Itu mengerikan," kata Paul Newe, mantan penyerang Dundalk.

Newe menjelaskan situasi saat dirinya berusaha mengoper bola kembali kepada penjaga gawang dari jarak 35 yard.

"Saya memiliki 20 keluarga dan teman yang menonton dari tribun... Saya memenangkan penguasaan bola dan, tentu saja, pada masa itu Anda bisa mengoper bola kembali, jadi saya mencoba melambungkan bola kembali ke Alan tetapi malah melambungkannya ke sudut atas," kata Paul Newe, mantan penyerang Dundalk.

Meski menelan kekalahan, Malone merasa bangga pernah bertanding menghadapi salah satu klub terbaik di Eropa.

"Itu mengarah ke hasil 0-0 atau bahkan mungkin kemenangan 1-0 untuk kami," kata Joey Malone, mantan kapten Dundalk.

Pengalaman berhadapan dengan nama-nama besar di lapangan menjadi catatan sejarah penting bagi sepak bola Irlandia.

"Namun sayangnya itu menjadi kemenangan 2-0 untuk mereka, sedikit mengecewakan lagi, tetapi, seperti yang saya katakan, Anda berjalan keluar lapangan setelah bermain melawan salah satu tim terbaik di Eropa. Dilatih oleh salah satu manajer dan pemain terbaik yang pernah menghiasi lapangan hijau," kata Joey Malone, mantan kapten Dundalk.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed