Sekolah Kedinasan Tetapkan Beragam Tes Kesehatan dan Kebugaran 2026
Berbagai sekolah kedinasan di Indonesia menerapkan serangkaian tes kesehatan dan kebugaran sebagai bagian dari proses seleksi calon mahasiswa baru tahun 2026, dengan rincian metode yang berbeda setiap lembaga.
Misalnya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggunakan tes kesamaptaan jasmani yang mencakup lari selama 12 menit untuk mengukur jarak tempuh. Selain itu, ada tes pull up untuk pria dan chinning untuk wanita, sit up, push up, serta shuttle run dengan pola angka delapan.
Di lingkungan Kementerian Perhubungan, seleksi melibatkan tes fungsi aerobik berupa bleep test yang menguji kemampuan lari bolak-balik sejauh 20 meter. Tes fungsi muskuloskeletal terdiri dari push up standar untuk pria, push up modifikasi untuk wanita, serta curl up selama hampir lima menit untuk mengukur kekuatan otot inti.
Selain itu, peserta juga mengikuti tes mobilitas dan keseimbangan, yakni fleksibilitas v-sit & reach dan berjalan pada balok untuk menilai keseimbangan tubuh.
Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) menerapkan tes kesamaptaan jasmani serupa, dengan lari 12 menit, pull up, push up, sit up, dan shuttle run selama satu menit masing-masing.
Politeknik Statistika STIS melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta tes kebugaran dengan lari dan shuttle run.
Sementara itu, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) menggunakan bobot penilaian 5% untuk tes kebugaran jasmani yang mencakup lari 12 menit dan serangkaian latihan pull up, sit up, push up, dan shuttle run. Peserta yang mendapatkan nilai 40 atau kurang akan gugur dalam seleksi akhir.
Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) dan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) juga mengadakan tes kebugaran jasmani dengan metode lari dan latihan fisik standar, seperti cooper test untuk STMKG yang mengukur kemampuan berlari sejauh 2,4 km dalam waktu tercepat.
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) menetapkan tes kesamaptaan yang menguji daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan keseimbangan peserta.
Ragam tes kesehatan fisik tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan fisik calon mahasiswa sekolah kedinasan, sebagai pelengkap penguasaan materi seleksi kompetensi dasar (SKD).
Informasi ini dikutip dari Detikcom dan dapat dijadikan acuan bagi para calon peserta seleksi sekolah kedinasan tahun 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow