Samator Indo Gas mencatat pendapatan Rp 1,54 triliun semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mencatat pertumbuhan pendapatan 8,9% secara year-on-year menjadi Rp 1,54 triliun pada semester I 2026, sementara laba bersih naik 178% menjadi Rp 67,4 miliar. Kinerja ini tercermin pada peningkatan EBITDA dan arus kas operasi, serta disiplin biaya yang masih terjaga, dilansir dari Detik Finance.

Pada periode tersebut, laba kotor AGII tumbuh 12,8% YoY menjadi Rp 725,6 miliar. Margin laba kotor naik 160 basis poin menjadi 47,0% dari 45,4% pada semester I 2025, didorong perbaikan operasional seperti optimalisasi utilisasi pabrik dan efisiensi konsumsi listrik.

EBITDA AGII tumbuh 10% yoy menjadi Rp 452,5 miliar dengan margin EBITDA naik tipis menjadi 29,3% dari 29,0%. Di luar pos one-off bersih sebesar Rp 2,7 miliar, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 449,7 miliar atau tumbuh 13,7% yoy, dilansir dari Detik Finance.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 65,2 miliar, naik hampir tiga kali lipat dari Rp 22,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan tersebut menyebut peningkatan margin laba kotor, pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban pembiayaan bersih seiring biaya pinjaman yang menurun dan pendapatan bunga dari cadangan kas.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, menilai kinerja semester pertama berlangsung kuat.

"Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat. Peningkatan margin laba kotor sebesar 160 basis poin mencerminkan perbaikan fundamental dalam operasional kami, mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok, bukan semata-mata karena faktor non-berulang," ungkap Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).

Dalam penjelasan yang sama, perusahaan menyebut penguatan disiplin pengelolaan biaya operasional serta pemanfaatan teknologi otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis.

Ia menjelaskan bahwa penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama. Sepanjang semester I-2026, beban operasional hanya meningkat 8,6% yoy, sementara EBITDA bulan Juni naik 30,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dilansir dari Detik Finance.

Perusahaan juga melaporkan perpanjangan kontrak mencapai 98-100%, mencakup kontrak on-site dan minimum offtake jangka panjang. Rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat menjadi 3,1 kali dari 2,6 kali pada semester I 2025, sedangkan arus kas dari aktivitas operasi naik menjadi Rp 192,3 miliar dari Rp 138,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, didorong pertumbuhan penjualan, pengendalian biaya, serta penurunan beban pembiayaan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed