Samator Indo Gas Raih Laba Bersih Rp 65,2 Miliar Semester I-2026
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 65,2 miliar pada semester I-2026, Selasa (28/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Hasil tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 22,6 miliar.
Pertumbuhan kinerja perseroan didorong oleh peningkatan pendapatan, perbaikan efisiensi operasional, serta lonjakan profitabilitas yang menghasilkan pencapaian EBITDA tertinggi sepanjang sejarah perusahaan untuk periode semester pertama. Secara total, laba bersih emiten gas industri dan medis ini melonjak 178 persen menjadi Rp 67,4 miliar dari sebelumnya Rp 24,2 miliar.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Samator membukukan pendapatan Rp 1,54 triliun atau naik 8,9 persen secara tahunan dari dorongan permintaan sektor industri dan layanan kesehatan. Laba kotor tercatat naik 12,8 persen menjadi Rp 725,6 miliar dengan peningkatan margin laba kotor dari 45,4 persen menjadi 47 persen. Adapun EBITDA perseroan tumbuh 10 persen menjadi Rp 452,5 miliar, dengan adjusted EBITDA mencapai Rp 449,7 miliar jika tidak memperhitungkan pos one-off bersih Rp 2,7 miliar.
"Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat," ujar Rachmat Harsono, Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer Samator Indo Gas.
Perbaikan kinerja operasional perusahaan tercapai melalui peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik, hingga optimalisasi rantai pasok. Selain itu, peningkatannya didukung oleh disiplin pengendalian biaya operasional, pemanfaatan teknologi dan otomatisasi, serta penurunan beban pembiayaan berkat turunnya biaya pinjaman dan meningkatnya pendapatan bunga.
"Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan fundamental operasional, mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok. Jadi, bukan semata-mata karena faktor nonberulang," katanya.
Momentum pertumbuhan penjualan perusahaan juga berlanjut pada kuartal II-2026 dengan kenaikan sekitar 3 persen dibandingkan kuartal pertama tahun ini.
"Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham," ujar Rachmat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow