Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat 63 poin atau 0,35 persen ke level Rp18.065 pada perdagangan Jumat pagi, 10 Juli 2026.
Penguatan mata uang garuda ini terjadi setelah sebelumnya sempat terpuruk ke posisi Rp18.128 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, dolar AS bergerak turun namun masih bertahan di kisaran Rp18.083, sedangkan kurs di perbankan seperti Bank Mandiri berada di angka Rp18.090 pada pukul 10.00 WIB.
Kondisi geopolitik global yang mulai kondusif antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong penguatan mata uang regional, termasuk rupiah, seiring dengan penurunan harga minyak dunia.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat pada kisaran di Rp18.050-Rp18.120 dipengaruhi faktor global penguatan mata uang regional seiring stabilnya index dollar dan penurunan harga minyak," ucap Rully Nova, Analis Bank Woori Saudara kepada ANTARA.
Meskipun menguat dari sisi eksternal, performa rupiah masih dibayangi oleh sejumlah sentimen negatif dari indikator ekonomi domestik yang mengalami tekanan signifikan.
"Dari domestik, masih menjadi pemberat rupiah menguat lebih jauh seperti data ekonomi, di antaranya defisit neraca perdagangan, defisit anggaran yang melampaui ekspektasi, dan data penjualan ritel dan keyakinan konsumen," ungkap Rully Nova.
Di sisi lain, penurunan nilai tukar pada hari sebelumnya dipengaruhi oleh penurunan indeks keyakinan konsumen serta performa penjualan ritel dalam negeri yang kurang bergairah.
"Indeks kepercayaan konsumen dan penjualan ritel Indonesia yang melemah menekan rupiah," ujar Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures kepada Kontan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow