Rupiah Melemah Tajam ke Rp 17.861 Dipicu Sentimen Eksternal dan Internal
Nilai tukar rupiah melemah signifikan terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, menurun 106 poin atau 0,60% ke level Rp 17.861 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 17.755 per dolar AS, dilansir dari Investor Daily.
Pelemahan ini dipicu oleh sentimen eksternal dan internal yang memengaruhi pasar valuta asing. Dari sisi eksternal, ketegangan di Selat Hormuz terkait klaim penutupan jalur distribusi logistik energi antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan ketidakpastian pasar.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa harapan atas pembukaan kembali jalur logistik tersebut memudar karena kedua pihak saling menuntut kompensasi pasca serangan militer baru-baru ini.
"Hal ini memupus harapan bahwa kedua pihak sudah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Keduanya juga melontarkan klaim yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz; Washington menyatakan bahwa jalur perairan tersebut tetap terbuka, sementara Teheran mengklaim telah menutup jalur itu menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone)," ujar Ibrahim.
Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh perhatian pasar terhadap rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang diperkirakan turun, serta Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan diumumkan, sehingga investor mencari petunjuk tentang arah suku bunga Federal Reserve.
Dari sisi internal, pasar juga waspada menjelang tinjauan MSCI bulan Agustus 2026 yang akan diumumkan pada 12 Agustus, dengan perubahan penyeimbangan ulang yang mulai berlaku setelah 31 Agustus.
Ibrahim menambahkan bahwa tekanan pelemahan rupiah sedikit mereda setelah Presiden Prabowo menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Plt. Gubernur Bank Indonesia, yang berperan meredakan kekhawatiran pasar terkait kepemimpinan bank sentral.
"Kendati demikian, tekanan penurunan pasar sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo yang menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo, sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan," beber Ibrahim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow