Google Pecahkan Rekor Pencarian Tertinggi Sepatutnya Piala Dunia 2026
Mesin pencari Google mencatatkan rekor jumlah kueri per detik tertinggi sepanjang sejarah setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir pada Rabu (8/7). Lonjakan trafik pencarian tersebut dipicu oleh kemenangan dramatis Argentina yang sempat tertinggal 2-0 hingga menit ke-80, sebelum akhirnya membalikkan kedudukan menjadi 3-2 lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez. Dilansir dari CNBC, pencapaian luar biasa dari platform pencarian digital tersebut dikonfirmasi langsung oleh petinggi perusahaan setelah pertandingan yang menyedot perhatian dunia itu selesai.
"Google Search memecahkan semua rekor penggunaan sebelumnya dan mencatatkan penggunaan tertinggi dalam sejarahnya tetap setelah Argentina mencetak gol kemenangan dalam pertandingan kemarin," tulis Nick Fox, Kepala Unit Pengetahuan dan Informasi Google.
Pihak korporasi enggan membeberkan nominal angka pencarian secara detail, namun memastikan kata kunci "argentina vs egypt" menjadi tren utama yang paling banyak dicari global. Selain pencarian utama tersebut, publik global juga membanjiri Google dengan kata kunci lain seperti jumlah gol piala dunia Messi, prediksi laga Argentina melawan Kolombia, hingga masa depan karier sang kapten Argentina.
Di sisi lain, turnamen akbar sepak bola ini juga diwarnai sorotan tajam terhadap kinerja korps baju hitam yang memimpin jalannya berbagai pertandingan di lapangan hijau. "Beliau (Infantino) senantiasa menunjukkan dukungan penuh terhadap tim wasit FIFA sembari memercayakan kami untuk bekerja dengan independensi penuh," ungkap Pierluigi Collina, Kepala Perwasitan FIFA.
Collina menyatakan bahwa evaluasi performa tetap berjalan berkala demi menjaga netralitas dan kualitas pengadilan lapangan selama sisa kompetisi berlangsung. "Para perangkat pertandingan mengambil keputusan secara jujur dan, sama halnya dengan pemain maupun pelatih, mereka selalu berupaya memberikan yang terbaik," tambah Pierluigi Collina, Kepala Perwasitan FIFA. Federasi menilai tingginya intensitas serta jadwal pertandingan yang padat dalam waktu singkat menjadi tantangan tersendiri bagi kebugaran fisik dan fokus para pengadil pertandingan.
"Secara keseluruhan, kami merasa senang. Namun, dengan banyaknya pertandingan yang dijalani dalam waktu yang relatif singkat, wajar jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan," jelas Pierluigi Collina, Kepala Perwasitan FIFA.
Manajemen perwasitan dunia berkomitmen untuk langsung membenahi setiap kekurangan minor dari pertandingan sebelumnya agar korps wasit siap menghadapi laga-laga krusial berikutnya. "Saat hal itu terjadi, mereka siap bekerja lebih keras lagi untuk memastikan kesiapan penuh menghadapi pertandingan berikutnya," pungkas Pierluigi Collina, Kepala Perwasitan FIFA.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow