Fenomena Puncak Bulan Purnama Buck Moon Terjadi 29 Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Masyarakat di berbagai belahan dunia menyaksikan fenomena bulan purnama pertengahan musim panas yang dikenal sebagai Buck Moon pada Rabu, 29 Juli 2026. Fenomena astronomi ini mencapai titik puncaknya pada malam hari dan dapat terlihat sepanjang malam.

Pengamat Bintang Yordania mengonfirmasi bahwa puncak Bulan terjadi pada pukul 17.34 waktu Yordania atau pukul 15.36 BST di Inggris. Bulan terbit mendekati waktu matahari terbenam dengan latar belakang rasi bintang Capricornus pada jarak sekitar 402.000 kilometer dari Bumi.

Meskipun berada pada jarak tersebut, lembaga astronomi tersebut memastikan fenomena kali ini tidak dikategorikan sebagai micromoon. Selain disebut Buck Moon karena bertepatan dengan periode tumbuhnya tanduk rusa jantan, Royal Observatory di Greenwich juga menyebutnya Thunder Moon atau Hay Moon.

Presiden Perhimpunan Astronomi Yordania, Ammar Sakaji, memberikan pandangannya mengenai kondisi pengamatan fenomena tersebut.

"Bulan purnama memberikan kesempatan pengamatan yang ideal bagi astronom amatir dan fotografer astrofotografi, terutama saat bulan terbit dan terbenam ketika posisinya masih rendah di ufuk," kata Ammar Sakaji, Presiden Perhimpunan Astronomi Yordania.

Ia menambahkan bahwa kecerahan intens dari bulan purnama akan menyamarkan objek langit dalam yang redup seperti galaksi dan nebula jauh. Prakirawan cuaca melaporkan bahwa kondisi langit cerah mendukung masyarakat untuk mengamati fenomena ini secara langsung.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed