Bulan Purnama Buck Moon Hiasi Langit pada 29 Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Fenomena astronomi Bulan Purnama Buck Moon atau Bulan Rusa menghiasi langit pada Rabu, 29 Juli 2026, dan mencapai puncaknya pukul 21.35 WIB. Peristiwa langit yang menjadi purnama pertama setelah summer solstice ini dapat diamati langsung setelah Matahari terbenam tanpa memerlukan bantuan teleskop.

Data kalender astronomi In The Sky mencatat puncak fase purnama terjadi pada pukul 14.35 UTC. Penampakan bulan ini menjadi yang terjauh dari Matahari sepanjang tahun karena Bumi berada di titik aphelion. Kedekatannya dengan cakrawala menciptakan efek visual yang dikenal sebagai ilusi bulan, membuat ukurannya tampak lebih besar dan berwarna kemerahan.

Istilah Buck Moon berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang menandai periode tumbuhnya tanduk baru pada rusa jantan di bulan Juli. Berbagai budaya juga mengenal fenomena ini dengan sebutan Thunder Moon, Salmon Moon, Raspberry Moon, Herb Moon, hingga Hay Moon.

Sejumlah ahli astronomi memberikan pandangannya terkait karakteristik dan cara terbaik untuk mengamati fenomena bulan purnama Juli tersebut.

"Bulan Rusa tidak memiliki karakteristik yang berbeda secara signifikan dari bulan purnama lainnya," ujar Kaitlyn Martin, Astronom Te Whatu Stardome Observatory.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang mendukung akan menampilkan bulan secara sangat terang dan indah di ufuk timur.

"Waktu terbaik untuk mengamati Bulan Rusa adalah ketika bulan baru saja terbit di timur sebagai bola oranye," kata Kaitlyn Martin.

Pengamat diimbau memilih lokasi yang tinggi dan jauh dari polusi cahaya kota untuk mendapatkan pemandangan yang optimal. Selain Buck Moon, langit malam pada akhir Juli juga diwarnai oleh tiga hujan meteor aktif, yaitu Southern Delta Aquariids, Alpha Capricornids, dan Perseids.

Pakar astronomi internasional turut memberikan klarifikasi mengenai anggapan masyarakat terkait fenomena ini.

"Bulan Rusa sering disalahartikan sebagai supermoon," kata Antony Gomez dari International Astronomical Union (IAU).

Ia menjelaskan bahwa supermoon hanya terjadi ketika bulan purnama berada di titik terdekat dengan Bumi atau perigee. Sementara itu, American Meteor Society melansir bahwa puncak hujan meteor Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids terjadi pada 31 Juli hingga 1 Agustus, sedangkan puncak hujan meteor Perseids diprediksi berlangsung pertengahan Agustus 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed