PT PII Penjaminan Proyek PSEL Legok Nangka Jawa Barat
PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menghadiri pemancangan batu pertama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (29/7/2026), dilansir dari Investor Daily.
Acara peresmian dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi waste-to-energy tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Yuliot Tanjung bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Agenda ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Waste-to-Energy di wilayah Jawa Barat.
Proyek strategis nasional ini sebelumnya telah mendapatkan skema penjaminan pemerintah melalui PT PII sejak April 2026. Penjaminan diberikan lewat penandatanganan Perjanjian Penjaminan dengan PT Jabar Environmental Solutions selaku Badan Usaha Pelaksana serta Perjanjian Regres bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Fasilitas TPPAS Regional Legok Nangka dirancang untuk menampung dan mengolah sekitar 2.131 ton sampah saban hari. Layanan pengolahan limbah ini mencakup enam wilayah aglomerasi, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.
Penggunaan teknologi ramah lingkungan pada proyek tersebut ditargetkan mampu memangkas volume sampah secara signifikan sekaligus memproduksi pasokan energi listrik guna memperkuat bauran energi nasional.
Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung menyampaikan apresiasinya terhadap langkah terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan para pemangku kepentingan terkait.
"Proyek ini diharapkan menjadi percontohan nasional untuk pengembangan waste-to-energy di Indonesia, sekaligus menjadi fondasi percepatan implementasi proyek serupa melalui kolaborasi yang solid," ungkap Yuliot.
Inisiatif ini diproyeksikan memberi dampak ganda yang luas, mencakup penyediaan energi bersih, pembukaan lapangan kerja baru, dorongan ekonomi daerah, hingga penurunan emisi karbon.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa realisasi PSEL Legok Nangka menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.
"PSEL Legok Nangka merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Kami ingin menjadikan persoalan sampah bukan lagi sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah melalui energi bersih, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat Jawa Barat," tegas Dedi Mulyadi.
Dukungan investasi dari PT PII selaku Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI menjadi penopang utama terlaksananya tahap konstruksi infrastruktur hijau ini.
Plt. Direktur Utama PT PII Andre Permana menjelaskan bahwa peresmian konstruksi proyek ini tercapai berkat kerja sama sinergis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, dan pemangku kepentingan.
“Groundbreaking PSEL Legok Nangka merupakan milestone penting dalam pengembangan infrastruktur persampahan berbasis KPBU di Indonesia. Sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, PT PII berkomitmen mendukung keberhasilan proyek melalui penjaminan pemerintah yang meningkatkan kepastian investasi, memperkuat kepercayaan lembaga pembiayaan, dan mendorong partisipasi swasta dalam penyediaan infrastruktur publik. Kami berharap proyek ini menjadi model pengembangan infrastruktur hijau yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” kata Andre Permana.
Pemberian penjaminan pemerintah oleh PT PII bertindak untuk meningkatkan kelayakan pembiayaan proyek serta memberikan kepastian alokasi risiko sesuai kaidah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow