PSG Pindahkan Laga Pembuka Ligue 1 ke Kandang Rennes
Paris Saint-Germain (PSG) terpaksa memindahkan laga pembuka Ligue 1 musim 2026-2027 melawan Rennes ke Stadion Roazhon Park pada Minggu, 23 Agustus 2026. Keputusan ini diambil akibat gelombang panas di Paris yang merusak rumput Stadion Parc des Princes.
Perubahan jadwal secara mendadak ini membalikkan status laga yang semula dijadwalkan berlangsung di markas PSG. Kerusakan parah pada permukaan lapangan membuat stadion utama klub ibu kota Prancis tersebut dinilai tidak layak untuk menggelar pertandingan.
Pelatih PSG Luis Enrique menegaskan bahwa pemindahan lokasi ini tidak mengganggu persiapan taktis anak asuhnya jelang laga pembuka. Penegasan tersebut disampaikan dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan.
"Saya tidak tahu bagaimana tingkat level saat ini; sangat sulit di pertandingan-pertandingan pertama liga," kata Luis Enrique.
Ia menambahkan bahwa performa para pemain selama latihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding musim lalu. Namun, skuat yang melimpah membuat beberapa pemain terpaksa ditinggalkan dari daftar susunan pemain.
"Apa yang saya lihat minggu ini dalam latihan akan meningkatkan level dibandingkan tahun lalu. Akan ada pemain yang ditinggalkan dari skuat pertandingan, yang mana itu sangat tidak adil," kata Luis Enrique.
Manajemen PSG juga berupaya agar laga putaran kedua pada Maret 2027 mendatang dipindahkan kembali ke Parc des Princes demi menjaga prinsip keadilan kompetisi. Berdasarkan aturan Liga Sepak Bola Prancis (LFP) Pasal 501.3, pemindahan laga dapat dilakukan dalam kondisi luar biasa seperti kerusakan lapangan.
"Saya tidak tahu regulasinya, tetapi ketika sebuah kompetisi dimulai, ada prinsip yang sangat penting, yaitu kesetaraan antara semua tim. Anda tidak bisa bermain dua kali di tandang melawan tim yang sama. Semua tim harus bermain sekali di kandang lawan dan sekali di kandang sendiri," kata Luis Enrique.
Meskipun demikian, PSG tetap membidik hasil maksimal untuk memulai perburuan gelar juara Ligue 1 musim ini. Juara bertahan Liga Champions tersebut bertekad mempertahankan dominasi domestik mereka.
"Kami berusaha meningkatkan latihan kami, setiap perilaku, setiap tindakan. Kami memiliki profil yang berbeda," kata Luis Enrique.
Ia juga mengingatkan skuatnya untuk tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh provokasi tim lawan sepanjang pertandingan. Status sebagai juara bertahan membuat setiap lawan memiliki motivasi tambahan saat menghadapi PSG.
"Saat ini, kami memenangkan trofi-trofi paling penting, yang memberikan banyak motivasi kepada tim-tim lain. Kami harus berhati-hati terhadap provokasi dari lawan-lawan kami. Ini adalah tantangan besar bagi kami; tim ini masih bisa berkembang," kata Luis Enrique.
Persiapan PSG juga diwarnai adaptasi terhadap perubahan situasi darurat di luar lapangan. Sang pelatih menekankan pentingnya fleksibilitas tim dalam menghadapi kendala teknis.
"Seperti biasa. Bagi kami, ini tidak mengubah cara kami mempersiapkan pertandingan; kami melakukan hal yang sama baik di kandang maupun di tandang," kata Luis Enrique.
Penyesuaian lokasi pertandingan ini menjadi tantangan tersendiri bagi PSG yang berambisi mengamankan poin penuh di laga perdana. Tim tamu wajib beradaptasi cepat dengan atmosfer kandang lawan.
"Memang benar ini berbeda, tetapi kami harus beradaptasi," kata Luis Enrique.
Secara rekor pertemuan di abad ke-21, Rennes menjadi tim yang paling sering mengalahkan PSG di Ligue 1 dengan catatan 23 kemenangan, 9 imbang, dan 17 kekalahan. Rennes juga diperkuat Estéban Lepaul yang mengemas 21 gol musim lalu serta rekrutan baru Adrien Thomasson.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow