Praktisi PR Soroti Kelemahan Edukasi Sales Hyundai Ioniq 5
Praktisi Public Relations Bima Marzuki menilai keluhan viral pemilik Hyundai Ioniq 5, Julian Adityo Suwardi, bersumber dari minimnya penguasaan produk oleh tenaga penjual. Kasus ini mencuat di Jakarta usai masalah fitur parkir paralel dan pengisian daya memicu kritik netizen pada Jumat (21/8/2026). Gelombang kritik publik meluas setelah tanggapan pihak diler Hyundai Fatmawati, Jakarta Selatan, dinilai defensif saat merespons keluhan konsumen.
Bima menyebut kegagalan penanganan komplain di tingkat awal berpotensi merusak citra merek otomotif. "Pertama kalau kita lihat dari kasus ini kan karena adanya komplain yang tidak tersalurkan karena adanya product knowledge yang tidak mendalam dari salesnya yang akhirnya ini membuat konsumennya kecewa," kata Bima saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (21/8/2026).
Latar belakang pesatnya inovasi kendaraan listrik dalam lima tahun terakhir menuntut pemahaman teknis yang kuat dari para Sales Person. Keterangan lisan dari tenaga penjual kerap menjadi acuan utama konsumen dibandingkan dokumen tertulis.
"Konsumen sebagian besar tidak akan baca brosur. Konsumen sebagian besar akan ingat dengan apa yang diomongkan, apa yang dijanjikan oleh salesnya," ujar Bima yang juga menjabat sebagai CEO & Founder Media Buffet PR. Edukasi mendalam mengenai batasan teknis unit kendaraan sangat krusial untuk mencegah over promise saat transaksi berlangsung. Penyesuaian ekspektasi konsumen sejak awal menjadi kunci utama pencegahan konflik purnajual.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow