Presiden Prabowo Subianto Meresmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah pada Kamis (30/7/2026). Revitalisasi dilakukan untuk melestarikan situs bersejarah yang kerap digunakan Presiden Soekarno pada masa awal kemerdekaan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Pada hari ini kita dapat berkumpul di sini, di tempat yang sarat nilai sejarah untuk melaksanakan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Kepala Negara menekankan bahwa perbaikan fasilitas transportasi ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan fisik semata. Pemugaran Stasiun Semarang Tawang ditujukan untuk menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap jejak kepemimpinan masa lalu.

"Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas, dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita," jelas Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Usai memimpin prosesi peresmian, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Batang menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer. Agenda ini sejalan dengan dorongan pemerintah agar PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan armada angkutan penumpang yang aman, estetik, dan nyaman.

Stasiun Semarang Tawang tergolong stasiun kelas besar tipe A yang mengoperasikan mayoritas rute kereta api di Semarang. Pada Semester I 2026, stasiun ini mencatatkan pergerakan lebih dari 2,15 juta penumpang yang menjadikannya stasiun tersibuk keempat di Indonesia, dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen.

Selain performa operasional, stasiun ini menyimpan rekam jejak bersejarah seperti lokasi pemberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 dan titik henti rombongan Presiden Soekarno saat gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.

Pekerjaan renovasi tahap pertama dikerjakan oleh KAI Daop 4 Semarang selama 240 hari sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Langkah ini merupakan bagian awal dari program pengembalian fasad bangunan ke bentuk asli rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer yang dibangun Nederlandsch-Indische Maatschappij pada 1911 dan beroperasi sejak 1914.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed