Prabowo Lantik Kepala BGN dan Pimpinan Universitas RI di Istana
Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional serta Marsekal TNI Purnawirawan Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore.
Pelantikan pimpinan lembaga pendidikan baru tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026, sementara pengangkatan Sudaryono didasarkan pada Keppres Nomor 78/P Tahun 2026. Selain Donny, Yos Sunitiyoso turut dilantik sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Pengangkatan Sudaryono dilakukan untuk menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri akibat masalah kesehatan. Nanik mengutarakan bahwa beban kerja dan tanggung jawab mengelola anggaran negara yang besar telah memicu gangguan kesehatan serius pada dirinya.
"Menurut dokter saya, ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua taulah (apa penyebabnya dicibir). Jadi, bisa dibayangkan ancurnya," ujar Nanik.
Mantan Kepala BGN tersebut mengungkapkan trauma akut yang dialaminya akibat kekhawatiran melanggar regulasi pengelolaan keuangan negara.
"Soal membereskan mungkin, meski berat, saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma akut. Saya sampai enggak bisa tidur kalau ingat, 'ini duit negara, duit, rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan,'" ujar Nanik.
Ia mengibaratkan tugas menjaga transparansi anggaran seperti berada di area berbahaya.
"Jagain duit besar agar tersalurkan dengan benar dan tidak disalahgunakan itu seperti berdiri di tebing jurang yang curam, meleng sedikit bisa terjerembab dan mati," ujar Nanik.
Kondisi fisik Nanik terus menurun seiring meningkatnya tekanan kerja selama memimpin lembaga tersebut.
"Kalau sespri saya bawa tumpukan dokumen, saya sudah parno duluan dan badan panas dingin. Akibatnya saya ambruk. Wis pokoknya enggak bisa diceritakan di sini deh," ujar Nanik.
Keputusan pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum proses pelantikan pejabat baru diselenggarakan.
"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai kepala BGN demi kesehatan saya," ujar Nanik.
Di sisi lain, pendirian Universitas Republik Indonesia ditujukan untuk mencetak kader pemimpin pemerintahan dan BUMN melalui adopsi sistem pendidikan kepemimpinan internasional.
"Ya ada satu pejabat yang pada sore hari ini juga akan dilakukan pelantikan, yaitu adalah pimpinan lembaga Universitas Republik Indonesia," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Mensesneg menjelaskan keterkaitan kelembagaan pendidikan tersebut dengan rencana strategis pembentukan SDM pemerintahan.
"Direncanakan akan dilakukan pelantikan sore hari ini, kurang lebih pukul 15.00," ujar Prasetyo Hadi.
Pemerintah menargetkan penguatan kapasitas teknis dan wawasan kebangsaan para calon pejabat negara melalui lembaga pendidikan tinggi baru ini.
"Kita ingin memperkuat kelembagaan, terutama kelembagaan pendidikan kita, untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengawaki pemerintahan, baik yang di ASN, pegawai negeri, maupun di BUMN-BUMN kita. Jadi akan ada dua pejabat yang pada sore hari ini akan dilantik," ujar Prasetyo Hadi.
Prasetyo mengacu pada lembaga pendidikan khusus luar negeri seperti Institut National du Service Public di Prancis sebagai rujukan model pembentukan Universitas Republik Indonesia.
"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," ujar Prasetyo Hadi.
Seluruh pejabat pimpinan daerah hingga BUMN nantinya diproyeksikan untuk mengikuti program pembinaan di lembaga tersebut.
"Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu, satu lembaga," ujar Prasetyo Hadi.
Sistem ini diharapkan menghasilkan keseragaman standar kepemimpinan nasional di lingkungan birokrasi.
"Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah Untuk kepentingan kebangsaan dan negara," ujar Prasetyo Hadi.
Prosesi pelantikan diakhiri dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pejabat yang dilantik.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada, UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara, bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Prabowo Subianto.
Acara pelantikan tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara pengangkatan sumpah jabatan oleh pejabat terkait dan Kepala Negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow