Poltek SSN Buka Pendaftaran Taruna Baru Siap Jadi CPNS BSSN

Smallest Font
Largest Font

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) kembali bersiap menerima calon taruna baru. Institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini menawarkan kepastian karier menjadi CPNS BSSN setelah lulus, seperti dilansir dari Detikcom. Sekolah kedinasan ini memiliki keunikan karena mengizinkan pendaftar yang mengandalkan alat bantu penglihatan.

Calon peserta didik yang mengalami kondisi mata minus, plus, maupun silinder tetap memperoleh kesempatan untuk mendaftar. Meskipun jadwal resmi tahun ini belum terbit, calon pendaftar dapat mempelajari acuan syarat serta tahapan seleksi dari periode sebelumnya. Penyelenggara menetapkan kriteria kewarganegaraan Indonesia, ketaatan pada ideologi negara, serta rentang usia 17 hingga 21 tahun per 31 Desember tahun berjalan.

Latar belakang pendidikan mencakup lulusan SMA/MA jurusan IPA untuk lulusan sebelum tahun berjalan, serta semua jurusan SMA/MA bagi lulusan tahun berjalan. Lulusan SMK bidang teknik elektronika dan teknologi informasi komunikasi juga mendapatkan kesempatan mendaftar.

Pelamar wajib memenuhi kriteria akademis berupa nilai rata-rata matematika dan bahasa Inggris minimal 80 pada semester 4 dan 5. Persyaratan fisik menentukan tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita dengan berat badan seimbang. Peserta harus bebas dari tato dan tindik yang tidak lazim, sehat jasmani rohani, serta tidak mengalami buta warna. Persyaratan administrasi mengharuskan status belum pernah menikah, tidak pernah drop out dari sekolah kedinasan lain, serta menyertakan BPJS Kesehatan.

Pendaftar juga wajib menyerahkan sertifikat UTBK-SNBT dari dua tahun sebelumnya atau tahun berjalan. Pelamar bersedia membayar biaya SKD sebesar Rp 100.000 dan menandatangani ikatan dinas selama 10 tahun. Proses penerimaan diawali dengan pendaftaran online dan seleksi administrasi melalui situs resmi BKN. Tahap berikutnya meliputi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) serta penilain akademik berdasarkan hasil UTBK.

Alur seleksi berlanjut ke uji psikologi dan tes CT/MI tertulis untuk mengukur pemecahan masalah serta komitmen ideologi. Calon taruna kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan tes kebugaran fisik. Pengujian fisik mencakup lari 12 menit, serta gerakan pull up atau chinning, sit up, dan push up masing-masing selama 1 menit. Seleksi diakhiri dengan wawancara litpers sebelum penentuan akhir pada tahap pantukhir.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed