Pimpinan MPR Ziarah ke Makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir

Smallest Font
Largest Font

Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melakukan ziarah ke makam Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang serta meneladani pemikiran Bung Hatta, khususnya di bidang perekonomian dan koperasi.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa penghormatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda menjelang Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama MPR-DPR-DPD pada 14 Agustus 2026, serta HUT ke-81 RI. Sebelum menyambangi TPU Tanah Kusir, rombongan pimpinan MPR juga telah berziarah ke makam Presiden Soekarno di Blitar, Jawa Timur.

Muzani menekankan pentingnya peran Bung Hatta sebagai perancang fondasi ekonomi nasional yang tertuang dalam konstitusi negara.

"Beliaulah yang merancang perekonomian kita. Pasal 33, Pasal 34 adalah bagian dari yang menjadi concern beliau. Beliaulah yang merancang perekonomian berdasarkan atas asas kekeluargaan yang kemudian berwujud koperasi, sehingga beliau disebut Bapak Koperasi Indonesia," ujar Muzani kepada wartawan seusai berziarah, Jumat.

Ia menambahkan bahwa berbagai gagasan sang proklamator masih sangat relevan dengan kondisi ekonomi masa kini.

"Masih banyak sederet lagi pemikiran-pemikiran beliau yang sampai sekarang masih sangat relevan dalam perkembangan perekonomian nasional kita," ungkap Muzani.

Komitmen untuk meneruskan cita-cita pendiri bangsa tersebut terus dipegang oleh MPR RI dalam menjalankan fungsi kenegaraan.

"Semangat, gelora, dan cita-cita pemikiran Bung Hatta tentang Indonesia masa depan masih terus kita pegang dan kita akan terus berusaha melakukan apa yang selama ini dilakukan oleh dalam pikiran-pikiran Mohammad Hatta," lanjut dia.

Selain sektor ekonomi, Muzani turut mengungkit peran historis Bung Hatta bersama Bung Karno sebagai dwitunggal proklamator kemerdekaan.

"Beliau juga yang salah satu proklamator bersama Bung Karno yang ketika itu disebut Dwi Tunggal," jelas Muzani.

Jasa besar Bung Hatta dalam memperjuangkan kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 juga menjadi catatan penting dalam sejarah bangsa.

"Mudah-mudahan ziarah hari ini menjadi bagian dari upaya kita untuk menghormati semua pemikiran para pendahulu bangsa kita, dan pemikiran-pemikiran yang dulu diberikan oleh beliau dan para pendiri bangsa lain menjadi sebuah keberkahan bagi masa depan bangsa Indonesia dan masa depan generasi-generasi yang akan datang," kata Muzani.

Terkait dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Muzani mengonfirmasi adanya keterkaitan pemikiran dengan konsep yang dibangun oleh Bung Hatta.

"Saya kira iya, betul. Artinya, Pak Prabowo banyak menggeluti dari pemikiran Bung Hatta dan buku-buku Bung Hatta, mendalami tentang hal itu," kata Muzani kepada wartawan di area pemakaman Bung Hatta, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, gagasan ekonomi Bung Hatta lahir dari kepedulian mendalam terhadap kondisi masyarakat pada masa perjuangan yang banyak dituangkan dalam karya tulis.

"Kalau Anda baca banyak pemikiran Bung Hatta melalui otobiografinya, biografinya, dan buku-buku yang ditulis oleh Wongsonagoro, itu jelas menggambarkan bagaimana misalnya Bung Hatta sangat concern terhadap persoalan ekonomi ketika itu," ucap dia.

Ia merujuk pada perdebatan historis dalam perumusan dasar negara sebagai bukti kegigihan Bung Hatta memperjuangkan ekonomi kerakyatan.

"Dalam sidang-sidang BPUPKI, Bung Hatta sangat-sangat getol berdebat tentang hal itu," ujar dia.

Putri Bung Hatta, Meutia Hatta, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan pimpinan MPR RI menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

"Saya atas nama keluarga juga tadi mengatakan, ini baru pertama kalinya menjelang 17 Agustus kami datang ke sini untuk menerima Bapak-Bapak semua, pimpinan dan Ibu juga dari MPR. Dan ini sungguh sangat mengesankan bagi kami," kata Meutia.

Ia juga mengingatkan beragam kontribusi penting sang ayah bagi bangsa Indonesia di luar posisinya di pemerintahan.

"Kalau Bung Hatta memang sebagai Bapak Koperasi, Bapak Perumahan Rakyat, pernah juga menjadi Ketua Umum PMI yang pertama, 16 September 1945. Beliau dan serangkaian lagi ya, kegiatannya yang cemerlang dari Bung Hatta," ujar dia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed