Peternak Ayam Petelur di Ciamis Gunakan Pakan JAPFA untuk Tingkatkan Produksi

Smallest Font
Largest Font

Peternak ayam petelur di Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Ciamis, memanfaatkan produk pakan dari PT Japfa Comfeed, Tbk (JAPFA) untuk meningkatkan produksi dan kualitas telur yang dipasok ke pasar lokal, menurut Investor Daily.

Endri Febrian, peternak berusia 25 tahun, mengungkapkan bahwa keluarganya memiliki lima kandang dengan puluhan ribu ayam petelur yang menghasilkan hampir satu ton telur setiap hari, tergantung usia ayam.

Dia menjelaskan, "Pakai JAPFA untuk pakannya, tetapi dikombinasikan dengan pakan buatan sendiri." Penggunaan pakan JAPFA dinilai meningkatkan kualitas telur dengan ukuran lebih besar dibandingkan pakan olahan sendiri.

Endri juga menyatakan, "Tapi saat harga telur anjlok, kami memperbanyak menggunakan pakan olahan atau self mixing," untuk menjaga kestabilan arus kas.

Kepala Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Ade Suci, menyebutkan bahwa di wilayahnya terdapat ratusan peternak ayam petelur dan pedaging, dengan beberapa peternak besar menggunakan sistem kandang tertutup dan teknologi otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

"Telur banyak dikonsumsi masyarakat sebagai sumber protein dan permintaan masih tinggi," kata Ade. Dia menambahkan telur dari peternakan desa tersebut didistribusikan ke wilayah Priangan Timur.

Sekretaris Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC), Teten Primajaya, menyatakan, "Jika harga bahan baku untuk pakan mahal, pakan olahan seperti yang diproduksi JAPFA menjadi solusi, karena lebih simpel." Dia menilai efisiensi pakan kunci keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur.

Menurut Teten, P2APC memiliki 25 anggota dengan kapasitas produksi 20 ton telur per hari. Dia berharap perusahaan seperti JAPFA dapat memberikan harga pakan terbaik dengan kualitas unggul bagi peternak.

JAPFA mengembangkan dua produk pakan unggulan, Comfeed dan Benefeed, yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan ayam petelur untuk mendukung produksi dan kesehatan ternak.

Selain pakan, JAPFA juga memperkuat rantai pasok peternakan dari hulu hingga hilir, termasuk pembibitan, peternakan komersial, pengolahan hasil peternakan, dan produk konsumen, menurut keterangan resmi perusahaan.

Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menyatakan, "Kami percaya bahwa membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat." Program JAPFA for Kids telah dilaksanakan sejak 18 tahun lalu untuk mendukung kualitas gizi anak Indonesia.

Program ini mencakup pemberian telur sebagai sumber protein hewani, edukasi kesehatan, pelatihan guru, dan monitoring pertumbuhan anak di berbagai daerah.

Hasil program menunjukkan peningkatan status gizi anak, dengan cakupan hingga 217.706 siswa di 106 kabupaten/kota pada 2026.

Pakar Gizi Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H, menilai edukasi gizi seimbang perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Direktur Dehills Institute, Hasyim Arsal, mengatakan, "JAPFA for Kids menjadi salah satu program yang memperlihatkan bagaimana perhatian terhadap gizi anak dapat dilakukan melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan." Dia menambahkan pentingnya kolaborasi untuk pembangunan generasi emas Indonesia 2045.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed