Perusahaan AI Borong dan Hancurkan Buku Langka demi Data
Kontroversi baru kembali menyeruak dari industri kecerdasan buatan (AI). Kali ini, buku-buku fisik langka menjadi korban eksploitasi data. Di tengah persaingan ketat mengembangkan model kecerdasan buatan yang makin pintar, perusahaan-perusahaan AI dilaporkan sengaja memborong ribuan judul buku langka dari berbagai penjuru dunia. Tragisnya, setelah seluruh isi halaman disedot ke dalam sistem digital, salinan fisik buku-buku bersejarah tersebut langsung dihancurkan.
Tawaran Mencurigakan di Toko Buku Kuno
Toko-toko buku langka kini menjadi sasaran empuk perburuan data massal. Salah satu pengalaman membingungkan dialami oleh Pieter de Vries, seorang pemilik toko buku antik di pusat sejarah Haarlem, Belanda. Toko milik De Vries biasanya mengoleksi peta, ilustrasi, dan cetakan kuno yang mayoritas berasal dari abad ke-16 dan ke-17.
Pada hari biasa, De Vries umumnya hanya berhasil menjual satu buku. Namun, suasana tenang itu berubah ketika sebuah pesan elektronik masuk ke kotak masuknya pada pertengahan Juni 2026 lalu. Pengirim surel tersebut memperkenalkan diri sebagai Nataly dari sebuah perusahaan bernama 2077 AI, yang menyatakan niat untuk membeli 3.000 judul buku sekaligus lengkap dengan lampiran data spreadsheet.
De Vries merasa curiga dan enggan membuka lampiran tersebut. Bagi seorang pedagang buku antik, transaksi dalam jumlah masif dari satu pembeli adalah hal yang sangat tidak wajar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow