Pertamina Turunkan Harga Pertamax per 26 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina (Persero) menetapkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia pada Rabu, 26 Agustus 2026. Langkah penurunan harga ini ditujukan untuk mengikuti tren harga minyak dunia dan menjaga ketersediaan pasokan nasional.

Penyesuaian yang telah diberlakukan sejak awal Agustus 2026 ini membuat harga Pertamax di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, sementara Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter. Adapun jenis BBM Dexlite tetap dijual Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp21.150 per liter.

Pengubahan tarif BBM nonsubsidi tersebut direalisasikan setelah mempertimbangkan kestabilan kurs rupiah dan daya beli masyarakat luas. Selain Pertamina, penyedia BBM swasta seperti BP-AKR dan Vivo Energy Indonesia turut memangkas harga produk mereka secara bersamaan.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," kata VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora.

Kitty Andhora menjelaskan bahwa penetapan tarif baru ini menjadi komitmen perusahaan dalam mengelola suplai energi di tanah air.

"Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," ujar Kitty Andhora.

Meski tarif Pertamax mengalami penurunan di daerah, implementasi di lapangan masih diwarnai kendala teknis pelayanan. Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan antrean panjang yang menguras waktu operasional harian mereka saat mengisi bahan bakar di SPBU.

"Harga Pertamax turun memang bikin lega, tapi kalau waktu habis buat antre, tetap terasa berat," kata seorang pengemudi ojol asal Karanganyar, Ifan (32).

Ifan menyampaikan bahwa durasi tunggu di SPBU berdampak langsung pada jumlah pesanan penumpang maupun pengiriman makanan yang bisa ia terima.

"Saya bisa kehilangan beberapa order cuma karena harus menunggu isi bensin," ujar Ifan.

Kondisi antrean di lapangan sulit diprediksi walau para pengemudi armada telah berupaya mengatur jam pengisian BBM secara khusus.

"Kalau harga bensin turun dan antreannya juga cepat, itu baru benar-benar terasa membantu kami," tutur Ifan.

Daftar Harga BBM Pertamina per 26 Agustus 2026 di Wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta
Jenis BBMHarga Lama per LiterHarga Baru per Liter
Pertalite (Subsidi)Rp10.000Rp10.000
Bio Solar (Subsidi)Rp6.800Rp6.800
Pertamax (RON 92)Rp16.250Rp15.950
Pertamax Green 95Rp17.000Rp16.600
Pertamax TurboRp19.300Rp18.300
DexliteRp19.700Rp19.700
Pertamina DexRp21.150Rp21.150

Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite dan Bio Solar dipastikan tidak mengalami perubahan di seluruh wilayah Indonesia, masing-masing tetap Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed