Perdana Menteri Singapore Tunjuk Zaqy Mohamad Gantikan Faishal Ibrahim
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong resmi menunjuk Menteri Muda Pertahanan Zaqy Mohamad untuk mengisi posisi Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim pada Senin (20/7/2026). Keputusan ini diambil setelah Muhammad Faishal Ibrahim mengajukan pengunduran diri dari seluruh jabatan politiknya.
Perubahan struktur kepemimpinan ini terjadi usai Kantor Perdana Menteri menerima surat elektronik dari seorang perempuan terkait interaksinya dengan Faishal sekitar sebulan lalu. Penyelidikan kepolisian dan Kejaksaan Agung Singapura memastikan tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Meski tidak ditemukan unsur pidana, perilaku Faishal dinilai tidak memenuhi standar etika seorang pejabat publik. Selain melepas jabatan menteri, politisi berusia 58 tahun itu juga mundur dari posisinya sebagai Menteri Muda Senior Dalam Negeri, anggota parlemen dapil Marine Parade-Braddell Heights GRC, serta keanggotaan Partai Aksi Rakyat (PAP).
Wong menjelaskan bahwa laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak secara terpisah. Interaksi antara Faishal dan perempuan tersebut diketahui lebih banyak dilakukan melalui pesan daring serta beberapa pertemuan di sela kegiatan publik.
"Persoalan ini menjadi perhatian kami sekitar sebulan lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang perempuan terkait interaksinya dengan Lektor Kepala Faishal," kata Wong dalam sebuah pernyataan.
Penyelidikan sempat diserahkan ke pihak kepolisian setelah kedua belah pihak saling melontarkan tuduhan pelecehan. Namun, proses hukum tidak dilanjutkan karena tidak ada bukti tindak pidana.
"Setelah mempertimbangkan fakta dan keadaan secara saksama, serta berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung Singapura, disimpulkan bahwa tidak ada tindak pidana yang dilakukan oleh salah satu pihak," kata Perdana Menteri.
Wong menambahkan bahwa keputusan pengunduran diri diambil setelah Faishal menyadari kekeliruannya dalam menjaga standar etika pejabat publik.
"Namun ada persoalan lain, yakni apakah perilaku Lektor Kepala Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pejabat politik dan anggota parlemen," lanjut Wong.
Pemerintah Singapura tetap menyampaikan apresiasi atas rekam jejak Faishal selama dua dekade di pengabdian publik. Ia dinilai berkontribusi besar dalam menguatkan ketahanan masyarakat dan program rehabilitasi mantan narapidana.
"Setelah merefleksikan persoalan tersebut, Faishal mengakui bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut dan mengajukan pengunduran diri."
Wong menekankan peran penting Faishal dalam melayani konstituen di daerah pemilihannya selama berkarir sebagai legislator.
"Ia telah bekerja keras sebagai anggota parlemen dan melayani warga di daerah pemilihannya dengan penuh dedikasi. Saya berterima kasih atas berbagai kontribusinya."
Lewat surat resmi yang ditujukan kepada Perdana Menteri, Faishal mengonfirmasi bahwa langkah mundur ini diambil demi fokus kepada keluarga.
"Telah muncul suatu situasi yang melibatkan perilaku saya terhadap seorang perempuan," kata politisi berusia 58 tahun itu, yang telah menikah dan memiliki dua anak.
Mantan akademisi National University of Singapore (NUS) tersebut mengakui adanya kesalahan penilaian dalam mengelola komunikasi dengan perempuan tersebut.
"Meski tidak ada hubungan fisik di antara kami, dan saya tidak pernah berniat agar interaksi tersebut berkembang ke arah itu, saya mengakui telah melakukan kekeliruan dalam menilai situasi, baik dalam cara saya menangani interaksi tersebut maupun karena tidak menetapkan batasan yang lebih jelas sejak awal."
Faishal menegaskan bahwa pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab moral atas amanah yang pernah diembannya.
"Karena itu, saya memutuskan bahwa langkah yang tepat adalah meninggalkan dunia politik agar dapat mencurahkan waktu dan perhatian kepada keluarga saya."
Menanggapi surat pengunduran diri tersebut, Wong menyatakan menerima keputusan Faishal dengan berat hati.
"Namun saya menghargai pengakuan Anda bahwa perilaku Anda tidak memenuhi standar yang diharapkan, serta keputusan Anda untuk bertanggung jawab atas hal tersebut."
PM Wong juga menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Faishal di sektor urusan Muslim selama setahun terakhir.
"Secara khusus, saya menghargai pengabdian Anda selama setahun terakhir sebagai Menteri Penanggung Jawab Urusan Muslim.
Wong mengakhiri tanggapannya dengan memberikan doa terbaik bagi masa depan Faishal beserta keluarganya.
"Saya mendoakan yang terbaik bagi Anda dan keluarga saat Anda meluangkan waktu untuk fokus kepada keluarga."
Rekam jejak politik Faishal dimulai pada April 2006 saat terpilih menjadi anggota parlemen mewakili Marine Parade hingga 2011. Ia kemudian terpilih tiga kali berturut-turut di dapil Nee Soon pada pemilu 2011, 2015, dan 2020, sebelum kembali ke Marine Parade pada Pemilu 2025.
Karier eksekutifnya membentang di berbagai kementerian, dimulai dari Jabatan Sekretaris Parlemen di Kementerian Perhubungan serta Kementerian Kesehatan pada 2012. Sebelum memegang posisi menteri muda pada 2020, ia sempat mengabdi di Kementerian Pendidikan serta Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow